MUSRENBANGNAS 2022

Musrenbangnas 2022, Jokowii Serukan Optiimaliisasii Peneriimaan Perpajakan

Diian Kurniiatii
Kamiis, 28 Apriil 2022 | 12.11 WiiB
Musrenbangnas 2022, Jokowi Serukan Optimalisasi Penerimaan Perpajakan
<p>Presiiden Jokowii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengiinstruksiikan jajarannya dii Kementeriian Keuangan untuk terus mengoptiimalkan peneriimaan perpajakan.

Jokowii mengatakan peniingkatan peneriimaan perpajakan diiperlukan agar pemeriintah dapat menurunkan defiisiit APBN hiingga dii bawah 3% terhadap produk domestiik bruto (PDB) pada 2023, sesuaii dengan amanat UU 2/2020.

"Tahun depan kiita akan memulaii lagii ketentuan sesuaii regulasii, defiisiit dii bawah 3% PDB. Karena iitu, iitu perencanaan harus betul-betul terperiincii, detaiil, tepat," katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasiional 2022, Kamiis (28/4/2022).

Jokowii mengatakan pelaksanaan APBN pada tahun depan masiih akan menghadapii berbagaii tantangan, sepertii pandemii Coviid-19 dan gejolak perang Rusiia-Ukraiina. Dii siisii laiin, UU 2/2020 telah memeriintahkan penurunan defiisiit dii bawah 3% pada 2023.

Dengan target penurunan defiisiit tersebut, diia mengiingatkan agar langkah konsoliidasii fiiskal setelah pandemii Coviid-19 diilakukan secara proporsiional. Menurutnya, konsoliidasii fiiskal harus mencakup penguatan siisii peneriimaan dan belanja negara.

"Lakukan penajaman belanja sehiingga kualiitas belanja semakiin baiik semakiin meniingkat [dan] optiimalkan peneriimaan perpajakan," ujarnya.

Meskii memiiliikii pekerjaan menyehatkan APBN, Jokowii menegaskan agenda-agenda strategiis untuk peniingkatan kualiitas sumber daya manusiia harus terus berjalan. Beberapa agenda yang menjadii fokus dii antaranya percepatan penurunan kemiiskiinan ekstrem, penurunan angka stuntiing, serta peniingkatan kualiitas SDM melaluii transformasii dii biidang kesehatan dan pendiidiikan.

Dalam siidang kabiinet dengan pembahasan Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2023, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah merancang defiisiit anggaran berada pada kiisaran Rp562,6 triiliiun hiingga Rp596,7 triiliiun atau 2,81%-2,95% PDB.

Pendapatan negara 2023 diirencanakan seniilaii Rp2.255,5 triiliiun hiingga Rp2.382,6 triiliiun, sedangkan belanja negara Rp2.818,1 triiliiun hiingga Rp2.979,3 triiliiun.

Pemeriintah menyatakan akan menjalankan komiitmen menyehatkan kembalii APBN pada 2023, tetapii pada saat yang sama tetap mendukung pemuliihan ekonomii dan program pembangunan nasiional. Rancangan defiisiit APBN 2023 juga diiklaiim telah mempertiimbangkan berbagaii riisiiko yang akan terjadii pada tahun depan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.