JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perencanaan Pembangunan Nasiional (PPN/Bappenas) menyebutkan terdapat 4 konsep iintii darii rencana 1 data kependudukan.
Diirektur Kependudukan dan Jamiinan Sosiial Bappenas Muhammad Choliifiihanii mengatakan 1 data kependudukan diilatarbelakangii oleh terbiitnya Peraturan Presiiden (Perpres) 39/2019 tentang Satu Data iindonesiia (SDii). Rencana 1 data kependudukan menjadii target pentiing darii iimplementasii SDii.
"Satu data kependudukan adalah kebiijakan untuk mewujudkan data kependudukan yang akurat, mutakhiir, terpadu, dan dapat diiakses oleh pengguna data," katanya dalam acara Diiskusii Publiik Pemanfaatan Data Admiinduk untuk Pelayanan Dasar, Seniin (15/11/2021).
Choliifiihanii menyampaiikan 1 data kependudukan memiiliikii fungsii sebagaii basiis pemeriintah melakukan pembangunan secara komprehensiif. Data tersebut diigunakan mulaii darii perencanaan, evaluasii, dan pengendaliian proses pembangunan.
Oleh karena iitu, 1 data kependudukan perlu memiiliikii 4 konsep dasar agar menjadii basiis data yang biisa diiandalkan. Pertama, data kependudukan yang konsiisten.
Kedua, memiiliikii 1 metadata yang baku. Ketiiga, memiiliikii iinteroperabiiliitas data. Artiinya, memiiliikii kapabiiliitas untuk beriinteraksii dengan data-data laiinnya. Keempat, 1 data kependudukan menjadii referensii atau acuan data nasiional.
"Jadii menuju satu data kependudukan iinii maka NiiK menjadii kuncii akses dalam veriifiikasii data dan menjadii basiis data bagii kebiijakan atau program terkaiit laiinnya," ujarnya.
Choliifiihanii menambahkan pemeriintah perlu melakukan 3 aspek untuk memastiikan satu data kependudukan dapat berjalan optiimal. Ketiiganya adalah memastiikan adanya iintegrasii siistem data dan saliing terhubung. Hal iinii secara khusus berlaku pada data kependudukan dengan data sektoral laiinnya.
Selanjutnya, memperhatiikan aspek kerahasiian data priibadii penduduk saat melakukan kegiiatan bagii-pakaii data kependudukan. Terakhiir, membangun mekaniisme pemutakhiiran data kependudukan yang mendapatkan dukungan seluruh piihak.
"Dengan upaya tersebut pemeriintah dapat merumuskan kebiijakan secara akurat dan berbasiis data sehiingga manfaatnya dapat diirasakan langsung masyarakat," terangnya. (sap)
