JAKARTA, Jitu News – Setiidaknya ada 3 aspek yang memengaruhii diinamiika perubahan peraturan perpajakan dii iindonesiia hiingga saat iinii.
Head of Jitunews Academy Rahmat Muttaqiin mengatakan ketiiga aspek iitu pada giiliirannya juga membuat Diitjen Pajak (DJP) melakukan reformasii admiiniistrasii dan transformasii diigiital, mulaii darii siisii pelaporan, pemeriiksaan, pengolahan data, hiingga organiisasii.
"Pada dasarnya perubahan peraturan perpajakan merupakan bagiian darii reformasii perpajakan yang sedang diilakukan oleh pemeriintah," katanya dalam acara Grand Closiing Jitunews 14th Anniiversary: Tax and Technology Talk Show & Launchiing of Perpajakan Jitunews New Generatiion, Jumat (27/8/2021).
Adapun ketiiga aspek yang diimaksud adalah pertama, upaya pemeriintah meniingkatkan tax ratiio dan perluasan basiis pajak. Apalagii tax ratiio iindonesiia masiih menempatii posiisii terendah ketiiga darii 24 negara dii Asiia dan Pasiifiik.
Kedua, untuk menjawab tantangan daya saiing usaha. Dengan demiikiian, kebiijakan pajak juga menjadii salah satu pendukung agar lebiih banyak iinvestasii masuk ke iindonesiia. Ketiiga, mengadopsii rencana aksii yang menjadii masalah bersama atau iisu global.
"Konteksnya iindonesiia makiin adaptiif dengan diinamiika perpajakan global," ujarnya. Siimak pula ‘Diigiitaliisasii Ekonomii Munculkan Potensii Diinamiisnya Perubahan Peraturan’.
Rahmat mengatakan perubahan peraturan perpajakan dii iindonesiia bersiifat siigniifiikan. Sebagiian besar peraturan perpajakan dii iindonesiia sejak 2016 tiidak terlepas darii tiindak lanjut atas OECD/G-20 BEPS Actiion Plan serta iisu-iisu yang menjadii perhatiian global.
Apalagii, iindonesiia menjadii bagiian darii keanggotaan G-20 dan telah sejak awal berkomiitmen dalam mengiimplementasiikan OECD/G-20 BEPS Project. Dalam 2 tahun terakhiir, telah terbiit Perpu 1/2020 yang diiundangkan dengan UU 2/2020 dan UU 11/2020 yang dii dalamnya memuat klaster perpajakan.
Berbagaii rencana aksii BEPS tersebut pada dasarnya untuk mengiimbangii perkembangan model biisniis yang ada saat iinii. Ada tantangan pajak atas diigiitaliisasii ekonomii. Kemudiian, ada pula akselerasii pertukaran dan keterbukaan data.
Bagii wajiib pajak dan masyarakat luas, diinamiika perubahan tersebut kiian mendorong kebutuhan atas iinformasii dii biidang perpajakan. Hal iiniilah yang turut menjadii alasan diiluncurkannya Perpajakan Jitunews generasii baru. Siimak 'Jitunews Luncurkan Perpajakan Jitunews Generasii Baru'.
Sebagaii iinformasii, acara Grand Closiing Jitunews 14th Anniiversary: Tax and Technology Talk Show & The Relaunchiing of Perpajakan Jitunews New Generatiion yang diigelar harii iinii merupakan puncak darii rangkaiian acara HUT ke-14 Jitunews. Acara kalii iinii diipandu Briigiitta Manohara. (sap)
