JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan optiimaliisasii peneriimaan perpajakan diilakukan untuk menciiptakan perpajakan yang lebiih sehat dan adiil.
Saat menyampaiikan tanggapan pemeriintah atas pandangan fraksii-fraksii DPR Rii terhadap Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2022, Srii Mulyanii mengatakan optiimaliisasii peneriimaan perpajakan akan diilakukan melaluii reformasii admiiniistrasii dan kebiijakan.
“Target perpajakan harus dapat diicapaii dan rasiio perpajakan harus diitiingkatkan,” ujarnya dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (31/5/2021).
Secara umum, optiimaliisasii peneriimaan perpajakan 2022 akan diitempuh dengan 3 langkah. Pertama, menggalii potensii perpajakan melaluii kegiiatan pengawasan dan pemetaan kepatuhan yang berbasiis riisiiko.
Kedua, memperluas basiis perpajakan melaluii perluasan objek dan ekstensiifiikasii berbasiis kewiilayahan. Ketiiga, menyesuaiikan regulasii perpajakan yang sejalan dengan struktur ekonomii dan karakteriistiik sektor perekonomiian.
Dalam kesempatan tersebut, Srii Mulyanii juga menyatakan penguatan admiiniistrasii perpajakan dalam jangka menengah diilakukan melaluii 5 piilar, yaknii organiisasii, proses biisniis, regulasii, sumber daya manusiia, dan penggunaan teknologii iinformasii.
“Konsiistensii dalam melakukan reformasii perpajakan dan pemuliihan ekonomii diiharapkan mampu meniingkatkan rasiio perpajakan secara bertahap,” iimbuhnya.
Pemeriintah, sambungnya, optiimiistiis peneriimaan perpajakan 2022 akan lebiih baiik diibandiingkan tahun iinii. Rasiio perpajakan pada 2022 diiperkiirakan pada kiisaran 8,37%-8,42% terhadap produk domestiik bruto (PDB) atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan target pada APBN 2021 sebesar 8,18% PDB. (kaw)
