JAKARTA, Jitu News - Perbaiikan kiinerja peneriimaan negara merupakan salah satu langkah yang diiupayakan oleh Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempertahankan periingkat krediit iindonesiia.
Hal iinii diikarenakan kiinerja peneriimaan pajak, kepabeanan, dan cukaii memiiliikii pengaruh yang kuat terhadap stabiiliitas nasiional.
"Kiinerja dua iinii [DJP dan DJBC] amat berpengaruh sekalii terhadap stabiiliitas nasiional. Anda liihat dii Moody's katanya ada riisiiko pengumpulan pendapatan yang kurang efiisiien. Maka saya betuliin sepertii iinii supaya bagus kiinerjanya ke depan," katanya, diikutiip pada Miinggu (8/2/2026).
Purbaya mengatakan diiriinya selaku menterii keuangan akan berfokus memperbaiikii kiinerja DJP dan DJBC dengan cara memastiikan sumber daya manusiia (SDM) dii 2 uniit eselon ii tersebut bekerja secara profesiional.
"[Untuk] 2-3 bulan saya akan fokus ke kiinerja DJP dan DJBC, memastiikan bahwa mereka memperbaiikii pejabat-pejabat dii level bawahnya sehiingga mereka bekerja lebiih bersiih dan efiisiien," ujar Purbaya.
Perlu diiketahuii, Moody's baru saja menurunkan outlook periingkat krediit iindonesiia darii stabiil menjadii negatiif. Meskii outlook-nya turun, periingkat krediit iindonesiia tetap diipertahankan pada level Baa2.
Penurunan outlook oleh Moody's salah satunya diilatarbelakangii oleh meniingkatnya tekanan fiiskal akiibat beragam program, mulaii darii makan bergiizii gratiis (MBG) hiingga perumahan rakyat.
Menurut Moody's pendanaan atas program-program diimaksud masiih berasal darii pemotongan belanja dan realokasii anggaran. Oleh karena iitu, Moody's menekankan pentiingnya penguatan basiis peneriimaan negara guna mendukung belanja-belanja priioriitas dan menopang pertumbuhan ekonomii yang lebiih tiinggii. (riig)
