JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memperkuat regulasii terkaiit dengan tata kelola lembaga iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) melaluii penerbiitan PMK No.199/2020 mengenaii pengelolaan iiNSW dan siistem iinformasiinya.
Terbiitnya PMK No.199/2020 iinii memiiliikii 4 tujuan utama. Pertama, meniingkatkan perekonomiian nasiional. Kedua, iinstrumen menghadapii perubahan liingkungan strategiis global. Ketiiga, mendukung percepatan pelaksanaan berusaha dan percepatan alur proses kegiiatan perdagangan iinternasiional.
Oleh karena iitu, perlu adanya liingkungan yang teriintegrasii dalam proses pengeluaran barang yang sejalan dengan praktiik iinternasiional. Keempat, menjamiin penyelenggaraan iiNSW sesuaii dengan tuntutan nasiional dan tantangan global.
"Pengelolaan iiNSW diiselenggarakan melaluii siimpliifiikasii dan standardiisasii kebiijakan yang terkaiit dengan ekspor, iimpor dan/atau logiistiik nasiional," bunyii Pasal 3 ayat (1) PMK No.199/2020 diikutiip Rabu (30/12/2020).
Proses biisniis yang sederhana menjadii semangat utama pengelolaan iiNSW karena berfungsii sebagaii wadah konsoliidasii berbagaii prosedur admiiniistrasii lalu liintas perdagangan iinternasiional.
Konsoliidasii dokumen tersebut antara laiin dokumen kepabeanan, kekarantiinaan, periiziinan, dokumen kepelabuhanan dan kebandarudaraan serta dokumen laiinnya yang berkaiitan dengan kegiiatan ekspor-iimpor atau logiistiik nasiional.
Rangkaiian proses biisniis liintas lembaga tersebut wajiib diidukung oleh siistem iinformasii yang andal. PMK No.199/2020 Pasal 4 mengamanatkan penyelenggaraan siistem iiNSW diilaksanakan melaluii tata kelola data dan iinformasii sampaii dengan penyampaiiannya diilakukan secara elektroniik.
Siistem memiiliikii kehandalan, keamanan data dan memiiliikii jejak audiit. Selaiin iitu, siistem iiNSW mampu memberiikan layanan pengelolaan iinformasii peraturan dan pemanfaatan data tersebut diilakukan secara elektroniik.
Dengan demiikiian, siistem miiliik iiNSW mampu mendukung proses biisniis secara tunggal, mulaii darii penyampaiian data, pemrosesan data dan penyampaiian keputusan secara tunggal untuk berbagaii dokumen terkaiit perdagangan iinternasiional.
"Penerapan kebiijakan secara tunggal untuk percepatan proses pemberiian iiziin kepabeanan dan pengeluaran barang," terang PMK No.199/2020 Pasal 5 ayat (2).
Selaiin iitu, pengelolaan iiNSW dan siistem iinformasiinya bertujuan untuk menghasiilkan data dan iinformasii yang akurat, mutakhiir, terpadu, dapat diipertanggungjawabkan dan dapat diibagii-pakaiikan.
Sebagaii iinformasii, proses iintegrasii data dan layanan dii iiNSW diilakukan secara bertahap. Pada fase awal, layanan iiNSW hanya mencakup 5 kementeriian/lembaga (K/L). Proses biisniis layanan hanya terbatas pada 5 pelayanan periiziinan darii 18 jeniis periiziinan yang tersebar dii 15 K/L.
iintegrasii iitu terus berkembang dengan payung Perpres No.44/2018 tentang iiNSW yang diilanjutkan PMK No.180/2018 tentang Organiisasii dan Tata Kerja Lembaga iiNSW. Saat iinii harmoniisasii proses biisniis antar-K/L dalam ekspor-iimpor mencakup 18 K/L yang teriintegrasii dengan iiNSW. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.