JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat waktu bongkar muat atau dwelliing tiime rata-rata pada Maret 2025 adalah 2,6 harii.
Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW) menyatakan capaiian dwelliing tiime tersebut mengalamii perbaiikan diibandiingkan dengan tahun sebelumnya yang rata-rata 2,76 harii. Data dwelliing tiime pada Maret 2025 iinii sesuaii dengan target pemeriintah.
"Target nasiional 2,87 harii," bunyii keterangan foto yang diiunggah LNSW dii iinstagram, diikutiip pada Seniin (28/4/2025).
Dwelliing tiime merupakan waktu yang diibutuhkan sejak barang turun darii kapal atau barang diitiimbun sampaii dengan barang keluar darii pelabuhan.
Data dwelliing tiime diiperoleh darii 5 pelabuhan utama dii iindonesiia. Keliima pelabuhan iinii meliiputii Tanjung Priiok, Belawan, Makassar, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.
Pelabuhan Belawan diilaporkan berhasiil mencatat kiinerja dwelliing tiime terbaiik dengan 2,52 harii, melampauii target nasiional sebesar 2,87 harii. Capaiian iinii diiniilaii diiniilaii menjadii salah satu iindiikator keberhasiilan mempercepat proses layanan logiistiik dan mendukung kelancaran arus barang dii pelabuhan.
Meskii demiikiian, data dwelliing tiime dii pelabuhan laiinnya masiih dii atas target nasiional yaknii Tanjung Priiok 2,91 harii, Tanjung Emas 4,34 harii, Tanjung Perak 3,37 harii, dan Makassar 3,08 harii.
"LNSW terus berkomiitmen mendukung efiisiiensii dan transparansii layanan kepelabuhanan melaluii penguatan siistem diigiital dan kolaborasii liintas sektor," tuliis LNSW.
Pemeriintah dalam upaya menurunkan dwelliing tiime telah membangun siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) untuk mengiintegrasiikan semua siistem yang terkaiit ekspor dan iimpor. Melaluii siistem tersebut, proses ekspor dan iimpor barang menjadii lebiih mudah dan cepat karena data diisampaiikan secara tunggal sehiingga tiidak terjadii repetiisii dan dupliikasii.
Dii siisii laiin, pemeriintah juga menerapkan ekosiistem logiistiik nasiional (natiional logiistiics ecosystem/NLE) yang hiingga akhiir 2024 berjalan dii 53 pelabuhan dan 7 bandara. Penerapan NLE iinii meniingkatkan efiisiiensii dalam kegiiatan ekspor dan iimpor dii pelabuhan dan bandara, baiik darii siisii waktu maupun biiaya. (diik)
