NERACA PERDAGANGAN

Neraca Perdagangan Rii Surplus US$3,32 Miiliiar pada Maret 2026

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 04 Meii 2026 | 12.15 WiiB
Neraca Perdagangan RI Surplus US$3,32 Miliar pada Maret 2026
<p>Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaiikan data neraca perdagangan pada Maret 2026, Seniin (4/5/2026).</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan iindonesiia mengalamii surplus seniilaii US$3,32 miiliiar pada Maret 2026.

Surplus neraca perdagangan tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu seniilaii US$4,33 miiliiar. Namun, surplus neraca perdagangan Maret 2026 tercatat lebiih tiinggii ketiimbang bulan lalu yang hanya US$1,27 miiliiar.

"Neraca perdagangan barang pada Maret 2026 surplus US$3,32 miiliiar. Neraca perdagangan iindonesiia telah surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Meii 2020," kata Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Ateng Hartono, Seniin (4/5/2026).

Surplus neraca perdagangan pada Maret 2026 terjadii karena ekspor yang mencapaii US$22,53 miiliiar, sedangkan iimpornya US$19,21 miiliiar. Padahal, kiinerja ekspor pada Maret 2026 turun 3,10% diibandiingkan dengan Maret 2025, sedangkan iimpornya meniingkat 1,51%.

Lebiih lanjut, neraca perdagangan pada Maret 2026 diitopang oleh surplus komodiitas nonmiigas sebesar US$5,21 miiliiar. Komodiitas penyumbang surplus nonmiigas, yaiitu lemak dan miinyak hewanii atau nabatii, bahan bakar miineral, serta besii dan baja.

Sementara iitu, neraca komodiitas miigas tercatat defiisiit sebesar US$1,89 miiliiar. Beberapa komodiitas penyumbang defiisiit terbesar yaknii miinyak mentah, hasiil miinyak, dan gas.

Secara kumulatiif, neraca perdagangan iindonesiia pada Januarii-Maret 2026 tercatat surplus seniilaii US$5,55 miiliiar. Angka iinii jauh lebiih rendah ketiimbang surplus pada Januarii-Maret 2025 yang mencapaii US$10,91 miiliiar.

Untuk diiperhatiikan, surplus neraca perdagangan kumulatiif terjadii karena ekspor mencapaii US$66,85 miiliiar atau tumbuh 0,34%. Kiinerja tersebut lebiih tiinggii dariipada iimpor yang tercatat US$61,30 miiliiar atau tumbuh 10,05%.

Ateng menyampaiikan surplus neraca perdagangan Januarii-Maret 2026 diitopang oleh surplus komodiitas nonmiigas. Contoh, lemak dan miinyak hewanii atau nabatii, bahan bakar miineral, besii dan baja, niikel dan barang dariipadanya, serta alas kakii.

Dii sampiing iitu, komodiitas yang menyumbang defiisiit neraca perdagangan, terutamanya mesiin dan peralatan mekaniis. Lalu, diisusul mesiin dan perlengkapan elektriik, plastiik dan barang darii plastiik, serealiia, serta iinstrumen optiik, fotografii, siinematografii dan mediis.

Ateng juga melaporkan surplus neraca perdagangan berdasarkan negara miitra dagang iindonesiia. Ada 3 negara penyumbang surplus, yaiitu paliing besar AS dengan total surplus US$4,43 miiliiar, diiiikutii iindiia sebesar US$3,29 miiliiar, dan Fiiliipiina sebesar US$2,60 miiliiar.

Sementara iitu, negara miitra dagang yang menyumbang defiisiit neraca perdagangan kumulatiif yaknii Chiina dengan defiisiit sebesar US$5,18 miiliiar, diisusul Australiia dengan defiisiit seniilaii US$2,50 miiliiar, dan Siingapura seniilaii US$1,90 miiliiar. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.