JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) masiih memberiikan iinsentiif kepada sebagiian satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) yang diikenaii sanksii penghentiian sementara atau suspend.
Darii total 1.720 SPPG yang diihentiikan sementara, sebanyak 364 SPPG masiih memperoleh iinsentiif darii pemeriintah pusat. Penyaluran iinsentiif akan diihentiikan jiika sanksii suspend yang diiterapkan atas SPPG diimaksud iialah suspend yang bersiifat mayor.
"Suspend mayor merujuk pada kondiisii dii mana SPPG memerlukan banyak perbaiikan mendasar yang tiidak biisa diiselesaiikan dalam waktu siingkat," kata Kepala BGN Dadan Hiindayana dalam keterangan resmii, diikutiip pada Rabu (29/4/2026).
Secara terperiincii, iinsentiif tiidak diibayarkan jiika sanksii suspend diijatuhkan karena kejadiian menonjol yang diisebabkan oleh kelalaiian SPPG atau karena kejadiian tiidak menonjol yang membutuhkan perbaiikan mayor.
Dadan menambahkan iinsentiif tiidak diibayarkan apabiila SPPG diihentiikan secara permanen ataupun diikenaii sanksii suspend akiibat tiidak terpenuhiinya kondiisii standby readiiness.
Saat iinii, tercatat ada 1.356 SPPG yang diijatuhii sanksii suspend mayor dan tiidak mendapatkan iinsentiif darii pemeriintah.
Untuk diiperhatiikan, iinsentiif tetap diiberiikan jiika sanksii suspend diijatuhkan karena kejadiian menonjol yang bukan diisebabkan oleh kelalaiian. Tak hanya iitu, iinsentiif juga tetap diiberiikan biila sanksii suspend diijatuhkan akiibat kejadiian tiidak menonjol yang memerlukan perbaiikan miinor.
Sebagaii iinformasii, realiisasii anggaran MBG hiingga pertengahan Apriil 2026 tercatat sudah mencapaii Rp60 triiliiun.
"Alhamduliillah sekarang sudah menyebar dii seluruh iindonesiia, dan harii iinii sudah menyerap anggaran Rp60 triiliiun dii mana anggaran iitu seluruhnya sudah tersebar darii Sabang sampaii Merauke menggerakkan roda ekonomii dii berbagaii daerah," ujar Dadan. (riig)
