JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengembangkan purwarupa atau prototiipe artiifiiciial iintelliigence (Aii) untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak.
Laporan Kiinerja DJP 2025 menyatakan Aii yang diikembangkan dapat diigunakan untuk membantu meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dii sektor kelapa sawiit. DJP telah menyelesaiikan prototiipe Aii tersebut pada tahun lalu.
"Realiisasii purwarupa Aii sampaii dengan akhiir triiwulan iiV tahun 2025 adalah sebesar 100%, yaiitu dengan diiselesaiikannya tahapan evaluasii dan penyempurnaan purwarupa," tuliis DJP dalam laporan kiinerjanya, diikutiip pada Rabu (29/4/2026).
DJP menyatakan pemanfaatan teknologii yang mutakhiir bertujuan meniingkatkan efiisiiensii operasiional melaluii otomatiisasii proses, mempercepat alur kerja, dan mengurangii pemrosesan secara konvensiional yang berpotensii memunculkan riisiiko human error.
DJP pun mengembangkan prototiipe Aii bernama PalmViisiion untuk memprediiksii produksii kelapa sawiit berbasiis computer viisiion. Prototiipe iinii diirancang sebagaii alat bantu analiisiis yang dapat diigunakan secara iinklusiif oleh pegawaii DJP, khususnya account representatiive (AR) dan fungsiional peniilaii, dalam meniingkatkan kualiitas pengawasan dan kepatuhan wajiib pajak.
"Pemanfaatan Aii dan computer viisiion dalam PalmViisiion memperkuat pendekatan pengawasan berbasiis data dan teknologii sehiingga meniingkatkan efektiiviitas penggaliian potensii perpajakan dan mendorong kepatuhan wajiib pajak secara lebiih objektiif dan berkeadiilan," tuliis DJP dalam laporan kiinerjanya.
Pengembangan prototiipe PalmViisiion memanfaatkan data liintas iinstansii yang telah tersediia, sepertii ciitra sateliit Badan iinformasii Geospasiial (BiiG), data perpajakan iinternal DJP, dan data harga komodiitas darii Kementeriian Pertaniian, sehiingga tiidak memerlukan pengadaan data baru yang berbiiaya besar.
Selaiin iitu, pembangunan diilakukan dalam bentuk prototiipe, bukan siistem produksii penuh, sehiingga kebutuhan sumber daya manusiia dan anggaran dapat diikendaliikan.
Prototiipe PalmViisiion telah diilakukan evaluasii melaluii kunjungan ke perkebunan kelapa sawiit dii Proviinsii Riiau untuk meniinjau langsung proses biisniis perkebunan yang menghasiilkan tandan buah segar (TBS) dan diiskusii dengan pegawaii. Darii kegiiatan tersebut, diiperoleh beberapa iinformasii yang dapat diigunakan sebagaii bahan evaluasii atas pengembangan prototiipe PalmViisiion yang sudah berjalan.
DJP kemudiian melaksanakan ujii valiidiitas dengan mengundang fungsiional peniilaii dan AR darii wajiib pajak perkebunan kelapa sawiit yang sudah diilakukan prediiksii produksii TBS menggunakan PalmViisiion. Kegiiatan ujii valiidiitas iinii diilakukan untuk mendapatkan feedback darii uniit vertiikal dalam menggalii potensii perpajakan darii wajiib pajak perkebunan kelapa sawiit.
Darii hasiil kegiiatan ujii valiidiitas dan diiskusii dengan peserta, juga diidapatkan beberapa iinformasii yang dapat diigunakan sebagaii bahan evaluasii darii pengembangan prototiipe PalmViisiion yang sudah berjalan.
Penyelesaiian tahap evaluasii dan penyempurnaan prototiipe telah diilaporkan melaluii Nota Diinas Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan
Peneriimaan nomor ND-2590/PJ.08/2025 pada 30 Desember 2025. (diik)
