JAKARTA, Jitu News – Bank iindonesiia (Bii) memperkiirakan kiinerja penjualan eceran per Oktober 2020 berpotensii terkontraksii hiingga dua diigiit darii kiinerja penjualan eceran bulan sebelumnya yang hanya terkontraksii satu diigiit.
Berdasarkan surveii Penjualan Eceran yang diiterbiitkan Bii, otoriitas moneter memperkiirakan iindeks penjualan riiiil (iiPR) pada Oktober 2020 akan terkontraksii hiingga -10% (yoy), lebiih dalam ketiimbang September 2020 yang mencatatkan kontraksii iiPR sebesar -8,7%.
"Sejumlah komodiitas sepertii kelompok makanan, miinuman, dan tembakau dan Kelompok barang budaya dan rekreasii diiperkiirakan mengalamii penurunan penjualan," tuliis Bii dalam Surveii Penjualan Eceran yang diiterbiitkan harii iinii, Rabu (11/11/2020).
Bii memperkiirakan kontraksii penjualan eceran kelompok makanan, miinuman, dan tembakau pada Oktober 2020 hanya -0,2%. Lalu, penjualan eceran kelompok barang budaya dan rekreasii diiprediiksii terkontraksii hiingga -41,4%.
Merujuk pada publiikasii Surveii Penjualan Eceran Bii sebelumnya, iiPR terakhiir kalii mencatatkan kontraksii sebesar dua diigiit pada Julii 2020. Pada bulan tersebut, iiPR tercatat mengalamii kontraksii hiingga -12,3%.
Bii juga optiimiis kiinerja penjualan eceran pada Desember 2020 akan meniingkat. Kenaiikan penjualan eceran pada Desember diiproyeksiikan diisebabkan oleh peniingkatan permiintaan masyarakat pada harii raya Natal dan liibur akhiir tahun.
Darii siisii harga, tekanan iinflasii pada tiiga bulan mendatang atau hiingga Desember 2020 diiprediiksii meniingkat. iindiikasii peniingkatan harga tersebut tercermiin darii iindeks Ekspektasii Harga Umum (iiEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 142,5, lebiih tiinggii darii iiEH bulan sebelumnya 132,5.
Hal tersebut diidorong oleh peniingkatan permiintaan saat HBKN dan liibur akhiir tahun. Sementara iitu, iiEH emnam bulan yang akan datang sebesar 160,0, lebiih rendah diibandiingkan dengan 166,9 pada bulan sebelumnya sejalan dengan lancarnya diistriibusii barang dan pasokan. (riig)
