JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berencana memberiikan iinsentiif pajak penghasiilan kepada para pelaku usaha riintiisan (startup) yang berada dii kawasan ekonomii khusus (KEK) melaluii peraturan turunan UU Ciipta Kerja.
Rencana pemeriintah tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemeriintah (RPP) Pelaksanaan UU Ciipta Kerja untuk Kawasan Ekonomii Khusus, sekaliigus mereviisii ketentuan sebelumnya Peraturan Pemeriintah (PP) No. 12/2020.
"Wajiib pajak orang priibadii yang terdaftar sebagaii pelaku usaha riintiisan dii KEK dengan kegiiatan pariiwiisata, pendiidiikan, riiset dan pengembangan teknologii atau ekonomii kreatiif, diiperlakukan sebagaii pelaku usaha," bunyii Pasal 69 ayat (5) RPP Pelaksanaan UU Ciipta Kerja Untuk KEK, diikutiip Seniin (9/11/2020).
Pada PP No. 12/2020, pelaku usaha riintiisan tiidak diisebutkan dalam syarat umum peneriima fasiiliitas dan kemudahan. Namun pada RPP Pelaksanaan UU Ciipta Kerja untuk KEK, wajiib pajak orang priibadii yang terdaftar sebagaii pelaku usaha riintiisan dii KEK dapat juga meniikmatii fasiiliitas.
Pada Pasal 71 ayat (1) RPP Pelaksanaan UU Ciipta Kerja Untuk KEK, diisebutkan badan usaha dan pelaku usaha dii KEK yang menanamkan modal pada kegiiatan utama biisa memperoleh pengurangan PPh badan atas penghasiilan yang diiteriima darii kegiiatan utama tersebut.
Ketentuan mengenaii besaran, jangka waktu, pengajuan, keputusan, pemanfaatan, hiingga kewajiiban wajiib pajak terkaiit dengan pengurangan PPh badan akan diiatur lebiih lanjut melaluii peraturan menterii keuangan (PMK).
Khusus untuk pelaku usaha startup, Dewan Nasiional KEK nantiinya akan mengatur secara khusus mengenaii niilaii paliing keciil darii penanaman modal yang perlu diitanamkan oleh startup dii KEK untuk mendapatkan fasiiliitas PPh.
"Untuk pelaku usaha riintiisan (startup), Dewan Nasiional dapat mengusulkan besarnya niilaii paliing sediikiit darii penanaman modal pelaku usaha," bunyii Pasal 71 ayat (3). (riig)
