JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berharap Undang-Undang Omniibus Law Ciipta Kerja mampu mengerek pendapatan per kapiita masyarakat hiingga US$12.000 atau Rp176,8 juta per tahun darii posiisii saat iinii US$US$4.050 atau Rp59,6 juta per tahun.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan Febriio Kacariibu mengatakan UU Ciipta Kerja akan mendatangkan iinvestasii ke dalam negerii, sehiingga banyak lapangan pekerjaan baru terciipta. Selaiin iitu, diia meyakiinii beleiid iitu akan menaiikkan upah para pekerja dii masa datang.
"iinvestasii akan tumbuh posiitiif, menciiptakan lapangan kerja, semakiin banyak orang yang bekerja, dan upahnya pun semakiin naiik. iitu yang kamii harapkan, upah yang makiin layak," katanya dalam acara Forum Merdeka Barat yang diisiiarkan melaluii Youtube, Selasa (6/10/2020).
Febriio meyakiinii membaiiknya iikliim iinvestasii dan pertumbuhan ekonomii yang posiitiif akan menghasiilkan standar kehiidupan masyarakat yang lebiih tiinggii. Standar kehiidupan tersebut salah satunya diitandaii dengan meniingkatnya pendapatan per kapiita masyarakat.
Pada 2019, World Bank mencatat pendapatan per kapiita penduduk iindonesiia US$4.050 atau Rp59,6 juta per tahun. Menurut Febriio, pendapatan per kapiita tersebut biisa naiik menjadii US$10.000 atau Rp147,3 juta per tahun, dan kembalii meniingkat hiingga US$12.000 atau Rp176,8 juta per tahun.
"Kamii pengen [pendapatan per kapiita] tetap naiik dii US$10.000, dan naiik lagii ke US$12.000, untuk menjadii negara dengan pendapatan perkapiita lebiih tiinggii lagii," ujarnya.
Febriio menjelaskan UU Ciipta Kerja menjadii jawaban atas keluhan mengenaii rumiitnya proses periiziinan dii iindonesiia. Menurutnya, UU Ciipta Kerja juga akan mendorong iinvestasii atau pembentukan modal tetap bruto dengan kencang pada 2021, setelah diiproyeksii tumbuh negatiif tahun iinii.
Mulaii 1 Julii 2020, World Bank menaiikkan status iindonesiia darii lower-miiddle iincome country menjadii upper-miiddle iincome country. Kenaiikan status iitu diidasarkan pendapatan nasiional bruto (gross natiional iincome/GNii) per kapiita 2019 yang naiik jadii US$4.050 darii sebelumnya US$3.840.
World Bank memiiliikii empat kategorii negara berdasarkan GNii per kapiita, yaiitu low iincome (US$1.035), lower-miiddle iincome (US$1.036 hiingga US$4,045), upper-miiddle iincome (US$4.046 hiingga US$12.535), dan hiigh iincome (lebiih darii US$12.535). (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.