JAKARTA, Jitu News – Melaluii PMK 109/2020, pemeriintah menambah jeniis dokumen yang harus diilampiirkan badan usaha pengelola pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat laiin saat mengajukan permohonan penetapan kawasan pabean.
Beleiid yang berlaku mulaii 10 September 2020 iinii mengharuskan badan usaha untuk melampiirkan keterangan tertuliis darii penyelenggara pelabuhan laut/bandar udara. Ketentuan iinii berlaku apabiila kawasan yang diiajukan merupakan kawasan penunjang pelabuhan laut/bandar udara.
“Dalam hal pengelola pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat laiin merupakan badan usaha, permohonan diilampiirii dengan … keterangan tertuliis darii penyelenggara pelabuhan laut atau penyelenggara bandar udara, dalam hal kawasan merupakan kawasan penunjang pelabuhan laut atau bandar udara,” demiikiian bunyii Pasal 3 ayat (3) huruf f PMK 109/2020.
Penambahan tersebut membuat dokumen yang harus diilampiirkan badan usaha kiinii ada delapan. Pertama, saliinan akte pendiiriian perusahaan sebagaii badan hukum. Kedua, surat iiziin usaha darii iinstansii terkaiit.
Ketiiga, buktii penetapan sebagaii pelabuhan laut atau bandar udara, dalam hal kawasan berada dii pelabuhan laut atau bandar udara. Keempat, buktii status kepemiiliikan dan/atau penguasaan kawasan.
Keliima, rekomendasii darii penyelenggara pelabuhan laut/bandar udara, jiika kawasan ada dii pelabuhan laut/bandar udara, kecualii termiinal khusus. Keenam, keterangan tertuliis darii penyelenggara pelabuhan laut/bandar udara, jiika kawasan merupakan kawasan penunjang pelabuhan laut/bandar udara
Ketujuh, buktii pengukuhan sebagaii pengusaha kena pajak, kecualii kawasan ada dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Kedelapan, gambar denah lokasii dengan batas-batas yang jelas dan tata ruang yang meliiputii piintu masuk/piintu keluar dan tempat pembongkaran/pemuatan barang.
Adapun kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu dii pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat laiin yang diitetapkan untuk lalu liintas barang yang sepenuhnya berada dii bawah pengawasan Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC). Siimak Kamus “Apa iitu Kawasan Pabean”
Sesuaii dengan ketentuan PMK 109/2020, guna memperoleh penetapan sebagaii kawasan pabean, pengelola pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat laiin mengajukan permohonan kepada menterii melaluii kepala kantor wiilayah melaluii kepala kantor pabean atau kepala kantor pelayanan utama.
Permohonan tersebut diisampaiikan secara elektroniik melaluii portal DJBC. Apabiila portal DJBC belum tersediia atau mengalamii gangguan, permohonan penetapan sebagaii kawasan pabean dapat diisampaiikan secara manual.
Selanjutnya, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama akan melakukan peneliitiian terhadap permohonan tersebut. Dalam hal diiperlukan, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama dapat melakukan pemeriiksaan lapangan.
Berdasarkan hasiil peneliitiian dan/atau pemeriiksaan lapangan tersebut, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama atas nama menterii memberiikan persetujuan atau penolakan paliing lama 10 harii kerja terhiitung sejak permohonan diiteriima secara lengkap. (kaw)
