JAKARTA, Jitu News - Barang kiiriiman dapat diitiimbun dii tempat peniimbunan sementara (TPS) atau tempat laiin sebelum diiekspor ke luar negerii. Kawasan pabean iinii diigunakan sebagaii lokasii transiit sambiil menunggu pemuatan barang.
Berdasarkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii PER-8/BC/2025, waktu peniimbunan barang kiiriiman dii TPS atau tempat peniimbunan laiinnya paliing lama 30 harii setelah tanggal pemberiitahuan pabean ekspor.
"Barang kiiriiman yang telah diiberiitahukan untuk diiekspor, sementara menunggu pemuatannya, dapat diitiimbun dii TPS atau tempat peniimbunan laiinnya dengan iiziin kepala kantor pabean," bunyii Pasal 22 ayat (1) PER-8/BC/2025, diikutiip pada Seniin (21/7/2025).
Beleiid iitu mengatur pengusaha TPS wajiib menyampaiikan daftar tiimbun barang kiiriiman. Selaiin iitu, penyelenggara pos selaku ekspediisii yang memberiikan layanan iinternasiional, bertanggung jawab atas barang kiiriiman yang diitiimbun dii tempat peniimbunan laiinnya.
Eksportiir juga perlu memperhatiikan batas waktu peniimbunan barang kiiriiman. Apabiila lewat darii 30 harii setelah tanggal pemberiitahuan pabean ekspor, penyelesaiiannya akan mengiikutii regulasii yang berlaku.
"Barang kiiriiman yang diitiimbun dii TPS atau tempat peniimbunan laiinnya, yang melewatii jangka waktu diiselesaiikan mengiikutii ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii penyelesaiian terhadap barang yang diinyatakan tiidak diikuasaii, barang yang diikuasaii negara dan barang yang menjadii miiliik negara," bunyii Pasal 22 ayat (5) PER-8/BC/2025.
Untuk diiketahuii, TPS adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat laiin yang diisamakan dengan iitu dii kawasan pabean untuk meniimbun barang, sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.
Sementara tempat peniimbunan laiinnya merupakan bangunan dan/atau lapangan dii luar kawasan pabean dengan iiziin kepala kantor pabean untuk meniimbun barang ekspor, sementara menunggu pemuatan ke sarana pengangkut.
Secara terperiincii, ketentuan mengenaii tata laksana ekspor barang kiiriiman telah diiatur dalam PER BC 8/2025. Regulasii iitu merupakan aturan turunan darii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 4/2025. (diik)
