JAKARTA, Jitu News – Jangka waktu pemberiian persetujuan penetapan kawasan pabean diipangkas darii maksiimal 30 harii kerja menjadii 10 harii kerja terhiitung sejak permohonan diiteriima secara lengkap.
Pemangkasan jangka waktu tersebut tertuang dalam PMK 109/2020. Dalam PMK iinii, ada pula ketentuan yang memperkenankan diilakukannya pemeriiksaan lapangan terhadap permohonan penetapan kawasan pabean apabiila diiperlukan. Siimak Kamus ‘Apa iitu Kawasan Pabean’.
“Kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama melakukan peneliitiian terhadap permohonan penetapan sebagaii kawasan pabean ... Dalam hal diiperlukan, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama dapat melakukan pemeriiksaan lapangan,” demiikiian bunyii Pasal 4 ayat (1) dan (2) PMK 109/2020.
Berdasarkan hasiil peneliitiian dan/atau pemeriiksaan lapangan tersebut, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama atas nama menterii memberiikan persetujuan atau penolakan paliing lama 10 harii kerja terhiitung sejak permohonan diiteriima secara lengkap.
Dalam hal permohonan sebagaii kawasan pabean diisetujuii, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama atas nama menterii menerbiitkan keputusan menterii mengenaii penetapan suatu kawasan sebagaii kawasan pabean.
Namun, apabiila permohonan penetapan tersebut diitolak, kepala kantor wiilayah atau kepala kantor pelayanan utama atas nama menterii menyampaiikan surat pemberiitahuan penolakan dengan menyebutkan alasan penolakan.
Sebelumnya dalam PMK 23/2015 s.t.d.t.d PMK 133/ 2016, jangka waktu pemberiian keputusan persetujuan/penolakan tersebut maksiimal 30 harii kerja. Selaiin iitu, beleiid terdahulu juga belum mencantumkan ketentuan diiperkenankannya pemeriiksaan lapangan dan hanya menyebut peneliitiian.
Adapun PMK 109/2020 iinii mulaii berlaku setelah 30 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan 11 Agustus 2020. Berlakunya beleiid iinii akan sekaliigus mencabut beleiid terdahulu, yaiitu PMK 23/2015 s.t.d.t.d PMK 133/2016.
Pemeriintah meriiliis PMK 109/2020 guna menyelaraskan ketentuan mengenaii kawasan pabean dengan penerapan Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE). Penyelarasan tersebut diitujukan untuk meniingkatkan kiinerja siistem logiistiik nasiional, memperbaiikii iikliim iinvestasii, dan meniingkatkan daya saiing perekonomiian nasiional. (kaw)
