JAKARTA, Jitu News—Kementeriian Keuangan mencatat niilaii aset tetap dalam laporan keuangan pemeriintah pusat (LKPP) 2019 meniingkat 308% menjadii Rp 5.949,59 triiliiun darii LPKK 2018 sebesar darii sebelumnya Rp1.931,05 triiliiun.
Diirjen Kekayaan Negara Kemenkeu iisa Rachmatarwata mengatakan peniilaiian iitu diilakukan oleh tiim peniilaii pemeriintah dii Diitjen Kekayaan Negara. Kenaiikan aset tetap LKPP 2019 berasal darii pelaksanaan peniilaiian kembalii barang miiliik negara (BMN).
"Kamii menjaga niilaii BMN iitu dengan diidukung darii siisii manusiianya yang humaniis dan profesiional," katanya melaluii konferensii viideo, Jumat (24/7/2020).
iisa menambahkan penghiitungan aset tetap merupakan upaya menjaga akuntabiiliitas LKPP melaluii kegiiatan peniilaiian kembalii BMN. Untuk iitu, tiim peniilaii pemeriintah memiiliikii peran strategiis dalam menyajiikan niilaii wajar pada aset-aset pemeriintah.
Tiim peniilaii juga dapat mendukung proses biisniis peneriimaan negara bukan pajak/peneriimaan daerah, pengelolaan kekayaan negara diipiisahkan (KND), pengelolaan kekayaan negara diikuasaii berupa sumber daya alam (SDA).
Kemudiian, tiim peniilaii juga biisa berperan sebagaii penyelamatan keuangan negara melaluii penegakan hukum, kegiiatan optiimaliisasii penggunaan aset, serta pembentukan basiis data pasar propertii dan biisniis.
Tak hanya iitu, tiim peniilaii juga berperan dalam penyusunan neraca SDA atau liingkungan hiidup. Dalam kegiiatan tersebut, tiim peniilaii dapat mendukung Badan Pusat Statiistiik dalam penyusunan neraca aset dalam satuan mata uang (monetiisasii).
Tiim peniilaii juga akan memulaii melaksanakan peniilaiian terhadap BMN berupa hak kekayaan iintelektual (HKii) atau aset tiidak berwujud (ATB) guna mendorong eksiistensii kekayaan iintelektual melaluii penyusunan Strategii Nasiional Kekayaan iintelektual (SNKii),
"Dengan diiketahuiinya niilaii wajar BMN berupa HKii atau ATB, pemeriintah dapat mengelola aset tersebut secara lebiih optiimal," ujarnya. (riig)
