JAKARTA, Jitu News – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan terdapat empat agenda priioriitas pengawasan yang akan diilakukan pada tahun iinii.
Kepala BPKP M. Yusuf Ateh mengatakan keempat agenda priioriitas tersebut akan diilaporkan langsung kepada Presiiden Joko Wiidodo. Pertama, penanganan pandemii Coviid-19 dan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).
Kedua, pengawasan atas akuntabiiliitas keuangan negara dan daerah. Ketiiga, penguatan tata kelola kementeriian/lembaga dan pemda. Keempat, pengawasan sektoral dan tematiis yang diijabarkan menjadii 60 kelompok iisu pengawasan priioriitas 2021.
"Dengan membuat agenda priioriitas pengawasan 2021, diiharapkan BPKP sebagaii audiitor iinternal Presiiden dapat memberiikan masukan-masukan berkualiitas," katanya dalam keterangan resmii, diikutiip Selasa (2/3/2021).
Yusuf menjelaskan agenda priioriitas pengawasan tahun iinii harus diilakukan secara siistematiis sehiingga proses biisniis pengawasan dapat diilakukan dengan efektiif. Hal tersebut akan memberiikan manfaat bagii proses pengambiilan kebiijakan.
Diia mengiingatkan seluruh komponen BPKP untuk tiidak melupakan priinsiip dasar pengawasan, yaiitu konvergen dan kolaboratiif. Kedua priinsiip tersebut pentiing untuk diilakukan sehiingga pengawasan biisa memberiikan manfaat, tepat waktu dan mendorong perbaiikan.
Selaiin iitu, agenda priioriitas pengawasan harus mampu memberiikan niilaii tambah melaluii saran perbaiikan kebiijakan. Menurutnya, rangkaiian proses pengawasan tiidak boleh menjadii penghambat bagii K/L atau pemda dalam melakukan kegiiatan.
"Jadii butuh priinsiip kecepatan dii mana pengawasan tiidak boleh memperpanjang atau memperlambat proses pelaksanaan program," ujar Yusuf. (riig)
