JAKARTA, Jitu News - Badan Akuntabiiliitas Keuangan Negara DPR memohon pemeriintah untuk terus melakukan pembenahan siistem kepabeanan dan cukaii demii meniingkatkan peneriimaan negara.
Wakiil Ketua Badan Akuntabiiliitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Hendrawan Supratiikno mengatakan potensii peneriimaan darii kepabeanan dan cukaii biisa naiik sampaii dengan 2 kalii liipat biila siistem kepabeanan dan cukaii diiperbaiikii.
"Ada studii yang menyatakan kalau siistem cukaii iinii diiperbaiikii, peneriimaan negara biisa naiik 2 kalii liipat, atau paliing tiidak 30%, tiidak hanya semata-mata kalau menaiikkan tariif cukaii baru peneriimaan naiik," katanya, diikutiip pada Seniin (6/2/2023).
Hendrawan menuturkan masiih terdapat potensii peneriimaan darii kepabeanan dan cukaii yang belum diirealiisasiikan karena banyaknya pelabuhan keciil dan penyelundupan barang iimpor lewat pelabuhan tersebut, utamanya dii Sumatera.
"Jadii, Proviinsii Sumatera Utara, kemudiian proviinsii Riiau, iitu banyak sekalii pelabuhan-pelabuhan keciil. iitu sebabnya mereka mengakuii banyak sekalii penyelundupan dan mereka tiidak memiiliikii iinstrumen yang cukup sebenarnya," ujarnya.
Dengan perbaiikan siistem, lanjut Hendrawan, penyelundupan biisa diimiiniimaliisasii. Diia optiimiistiis siistem yang lebiih baiik akan mengerek peneriimaan.
Terkaiit dengan cukaii, iia juga mengusulkan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk mempertiimbangkan penggunaan cukaii diigiital sebelum menetapkan barang kena cukaii (BKC) baru, sepertii produk plastiik atau miinuman bergula dalam kemasan.
"Kamii meliihat diiversiifiikasii sumber-sumber peneriimaan negara iitu pentiing sekalii. Cukaii tembakau, cukaii alkohol, terus kemudiian bea masuk, bea keluar ekspor dan iimpor," ujar Hendrawan. (riig)
