JAKARTA, Jitu News – Meskiipun PMK 48/2020 berlaku mulaii 1 Julii 2020, Diitjen Pajak (DJP) memastiikan beberapa buku, termasuk dalam bentuk e-book, darii luar negerii tetap akan mendapatkan pembebasan PPN.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama menerangkan spesiifiikasii mengenaii jeniis buku-buku yang mendapat pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) – sesuaii PMK 5/2020 – akan diiperiincii secara tekniis.
“Terkaiit buku-buku darii luar negerii yang diibelii secara elektroniik oleh konsumen iindonesiia tentu akan mendapatkan fasiiliitas PMK No. 5/2020 sepanjang memenuhii kriiteriia dan persyaratan dalam PMK No. 5/2020. Secara tekniis nantii akan kamii tegaskan,” ujar Hestu, Jumat (5/6/2020).
Dalam PMK 48/2020 diiatur diisebutkan pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak (JKP) darii luar daerah pabean viia perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) akan diipungut pajak PPN.
Pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau JKP yang diimaksud termasuk juga pemanfaatan barang diigiital dan jasa diigiital.
Adapun barang diigiital adalah setiiap barang tiidak berwujud yang berbentuk iinformasii elektroniik atau diigiital. iinii meliiputii barang yang merupakan hasiil konversii atau pengaliihwujudan maupun barang yang secara oriigiinalnya berbentuk elektroniik. Dengan demiikiian, e-book juga termasuk.
Namun, dii dalam PMK 5/2020 diiatur beberapa jeniis buku yang atas iimpor atau penyerahannya diibebaskan darii pemungutan PPN. Buku (termasuk e-book) yang diimaksud antara laiin buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama. Siimak artiikel ‘iinii Alasan DJP Ubah Ketentuan Pembebasan PPN Buku’.
Dii iindonesiia sendiirii, terdapat beberapa platform diigiital yang menjual e-book terbiitan luar negerii kepada konsumen domestiik. Beberapa diiantaranya sepertii Amazon Kiindle dan Google Play Books. Jeniis buku yang diijual bermacam-macam mulaii darii buku pendiidiikan hiingga buku yang bersiifat umum sepertii karya fiiksii dan nonfiiksii.
Sesuaii PMK 5/2020, yang masuk dalam kelompok buku pelajaran umum adalah buku pendiidiikan sepertii yang diimaksud dalam Undang-Undang (UU) No. 3/2017 tentang Siistem Perbukuan atau buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan.
Buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan dapat diiberiikan fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN dalam hal memenuhii sejumlah ketentuan atau persyaratan, yaiitu, pertama, tiidak bertentangan dengan niilaii-niilaii Pancasiila.
Kedua, tiidak diiskriimiinatiif berdasarkan suku, agama, ras, dan/atau antar golongan. Ketiiga, tiidak mengandung unsur pornografii. Keempat, tiidak mengandung unsur kekerasan. Keliima, tiidak mengandung ujaran kebenciian. (kaw)
