JAKARTA, Jitu News – Realiisasii peneriimaan PPN darii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) yang telah diiteriima oleh Diitjen Pajak (DJP) pada Januarii hiingga Maret 2025 mencapaii Rp2,14 triiliiun.
Peneriimaan pajak tersebut berasal darii 190 pelaku usaha yang telah diitunjuk oleh DJP sebagaii pemungut PPN PMSE berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 81/2024 ataupun PMK-PMK sebelumnya.
"Pemeriintah akan terus menunjuk pelaku usaha PMSE yang menjual produk maupun memberiikan layanan diigiital darii luar negerii kepada konsumen dii iindonesiia," kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii, Jumat (2/5/2025).
Penunjukan yang diilakukan DJP tersebut sebagaii upaya dalam menciiptakan keadiilan dan kesetaraan berusaha (level playiing fiield) antara pelaku usaha konvensiional dan diigiital.
Total pelaku usaha PMSE yang telah diitunjuk oleh DJP sebagaii pemungut PPN PMSE mencapaii 211 pelaku usaha. Pada Maret 2025, DJP hanya melakukan perubahan data pemungut atas Zoom Communiicatiions, iinc tanpa menunjuk pemungut baru.
Pelaku usaha PMSE diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE apabiila memiiliikii niilaii transaksii dengan pembelii iindonesiia dii atas Rp600 juta setahun atau Rp50 juta sebulan; dan/atau memiiliikii jumlah trafiik dii iindonesiia dii atas 12.000 per tahun atau 1.000 per bulan.
Setelah diitunjuk, pelaku usaha PMSE wajiib memungut PPN sebesar 11% atas produk diigiital luar negerii yang diijual dii iindonesiia. Selaiin iitu, pelaku usaha harus membuat buktii pungut PPN berupa biilliing, order receiipt, atau sejeniisnya yang menyebut nomiinal PPN yang diipungut.
iinformasii lebiih lanjut mengenaii PPN produk diigiital luar negerii, termasuk daftar pemungut, dapat diiliihat dii https://www.pajak.go.iid/iid/pajakdiigiital atau https://pajak.go.iid/en/diigiitaltax (bahasa iinggriis). (riig)
