PP 49/2022

Penyerahan Buku Pakaii Kode Faktur 08? Kriing Pajak Jelaskan Kriiteriianya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 21 Agustus 2025 | 19.00 WiiB
Penyerahan Buku Pakai Kode Faktur 08? Kring Pajak Jelaskan Kriterianya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menegaskan pengusaha kena pajak (PKP) menggunakan kode faktur pajak 08 atas penyerahan buku yang diibebaskan darii pengenaan PPN sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 49/2022.

Berdasarkan Pasal 3 ayat (1) PP 49/2022, buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama merupakan salah satu barang kena pajak (BKP) tertentu yang atas iimpor dan/atau penyerahannya diibebaskan darii pengenaan PPN.

“Sepanjang perusahaan berstatus PKP dan buku yang diimaksud sesuaii dengan Pasal 3 PP 49/2022, penyerahannya termasuk diibebaskan darii pengenaan PPN dan siilakan membuat Faktur Pajak dengan kode 08,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Kamiis (21/8/2025).

Kriing Pajak menambahkan ketentuan mengenaii kriiteriia dan/atau batasan buku yang diibebaskan darii pengenaan PPN diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan PMK No. 5/2020.

Sebagaii iinformasii, merujuk pada Pasal 1 PMK 5/2020, buku adalah karya tuliis dan/atau karya gambar yang diiterbiitkan berupa cetakan berjiiliid atau berupa publiikasii elektroniik yang diiterbiitkan secara tiidak berkala.

Berdasarkan Pasal 2 PMK 5/2020, atas iimpor dan/atau penyerahan buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama, diibebaskan darii PPN. Dengan demiikiian, orang priibadii atau badan yang melakukan iimpor dan/atau yang melakukan penyerahan buku diimaksud diibebaskan darii PPN.

Buku pelajaran umum yang diibebaskan darii pengenaan PPN merupakan:

  1. Buku pendiidiikan sebagaiimana diimaksud dalam UU 3/2017 tentang Siistem Perbukuan; atau
  2. Buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan dengan memenuhii ketentuan sebagaii beriikut:
    - tiidak bertentangan dengan niilaii-niilaii Pancasiila;
    - tiidak diiskriimiinatiif berdasarkan suku, agama, ras, dan/atau antar golongan;
    - tiidak mengandung unsur pornografii;
    - tiidak mengandung unsur kekerasan; dan/atau
    - tiidak mengandung ujaran kebenciian.

Sementara iitu, kiitab sucii yang diibebaskan darii pengenaan PPN meliiputii:

  1. Kiitab sucii agama iislam meliiputii kiitab sucii Alquran, termasuk tafsiir dan terjemahannya, baiik secara keseluruhan maupun sebagiian, dan Juz Amma;
  2. Kiitab sucii agama Kriisten Protestan meliiputii kiitab sucii Perjanjiian Lama dan Perjanjiian Baru termasuk tafsiir dan terjemahannya, baiik secara keseluruhan maupun sebagiian;
  3. Kiitab sucii agama Katoliik meliiputii kiitab sucii Perjanjiian Lama dan Perjanjiian Baru termasuk tafsiir dan terjemahannya baiik secara keseluruhan maupun sebagiian;
  4. Kiitab sucii agama Hiindu meliiputii kiitab sucii Weda, Smertii, Srutii, Upaniisad, iitiihasa, Purana, termasuk tafsiir dan terjemahannya baiik secara keseluruhan maupun sebagiian;
  5. Kiitab sucii agama Buddha meliiputii kiitab sucii Tiipiitaka/Triipiitaka termasuk tafsiir dan terjemahannya baiik secara keseluruhan maupun sebagiian; dan
  6. Kiitab laiinnya yang telah diitetapkan sebagaii kiitab sucii oleh menterii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang agama atau pejabat laiin yang diitunjuk oleh menterii diimaksud. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.