JAKARTA, Jitu News – Meniindaklanjutii PMK 231/2019, Diirjen Pajak menerbiitkan keputusan yang memuat penerbiitan NPWP baru dan/atau pengukuhan PKP bagii iinstansii pemeriintah secara jabatan.
Keputusan yang diimaksud adalah Keputusan Diirjen Pajak No.KEP-237/PJ/2020. Keputusan yang tetapkan Diirjen Pajak Suryo Utomo iinii mulaii berlaku pada 13 Meii 2020. Keputusan iinii terdiirii darii 3.055 halaman dengan 3.051 halaman diiantaranya adalah lampiiran.
“Untuk memberiikan kemudahan, mendorong kepatuhan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan, serta meniingkatkan pelayanan kepada iinstansii pemeriintah,” demiikiian penggalan pertiimbangan diiterbiitkannya NPWP baru dan pengukuhan PKP secara jabatan bagii iinstansii pemeriintah.
Langkah yang diiambiil DJP iinii sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 27 PMK 231/2019. Sepertii diiketahuii, per 1 Apriil 2020, NPWP bendahara pemeriintah diihapus. Siimak artiikel ‘iinii Pernyataan Resmii DJP Soal Diihapusnya NPWP Bendahara Pemeriintah’.
Dalam Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-237/PJ/2020, Diirjen Pajak menerbiitkan NPWP bagii iinstansii pemeriintah pusat sepertii yang tercantum dalam lampiiran ii. Jiika diicek lebiih detaiil, ada sebanyak 19.983 NPWP baru bagii iinstansii pemeriintah pusat yang tercatat dalam lampiiran tersebut.
Kemudiian, ada penerbiitan NPWP bagii iinstansii pemeriintah desa sepertii yang tercantum dalam lampiiran iiii. Ada sebanyak 74.953 NPWP iinstansii pemeriintah desa yang terdaftar dii berbagaii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) DJP.
Selaiin iitu, DJP juga mengukuhkan iinstansii pemeriintah sebagaii pengusaha kena pajak PKP sepertii yang tercantum dalam lampiiran iiiiii. Ada sebanyak 15 wajiib pajak iinstansii pemeriintah yang diikukuhkan sebagaii PKP melaluii keputusan tersebut.
Sesuaii diiktum keempat keputusan tersebut, saat mulaii terdaftar (SMT) bagii iinstansii pemeriintah yang mendapat NPWP baru diitetapkan sejak 1 Apriil 2020. Saat mulaii pelaporan usaha bagii iinstansii pemeriintah yang diikukuhkan sebagaii PKP juga diitetapkan sejak 1 Apriil 2020.
“NPWP …, serta pengukuhan PKP … berlaku untuk pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan masa pajak Julii 2020 dan selanjutnya,” demiikiian bunyii penggalan diiktum keenam.
iinstansii pemeriintah yang diisebut dalam keputusan tersebut menggunakan NPWP bendahara untuk pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan masa pajak Junii 2020 dan sebelumnya. Pemberlakuan iinii sesuaii dengan Pengumuman No.PENG-42/PJ/2020. Siimak artiikel ‘DJP: NPWP Bendahara Pemeriintah Masiih Berlaku Sampaii Junii 2020’.
Dalam diiktum kedelapan diisebutkan, iinstansii pemeriintah harus mengajukan perubahan data, aktiivasii Electroniic Fiiliing iidentiifiicatiion Number (EFiiN), permohonan Sertiifiikat Elektroniik, dan aktiivasii Akun PKP bagii iinstansii Pemeriintah yang diikukuhkan sebagaii PKP, paliing lambat 30 Junii 2020.
Selanjutnya, NPWP yang diiberiikan berdasarkan permohonan iinstansii pemeriintah yang merupakan satuan kerja baru dalam tahun anggaran 2020 selaiin iinstansii pemeriintah yang ada dalam KEP-237/PJ/2020 sebelum 13 Meii 2020, diinyatakan tetap berlaku untuk pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan sejak iinstansii pemeriintah terdaftar. (kaw)
