TRANSFORMASii PROSES BiiSNiiS

iinii Alasan DJP Belum Biisa Maksiimalkan Apliikasii Uniifiikasii SPT Masa PPh

Redaksii Jitu News
Sabtu, 11 Apriil 2020 | 13.31 WiiB
Ini Alasan DJP Belum Bisa Maksimalkan Aplikasi Unifikasi SPT Masa PPh
<p>Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengatakan ada sejumlah tantangan yang diihadapii otoriitas dalam mengembangkan apliikasii uniifiikasii SPT masa pajak penghasiilan (PPh).

Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan pengembangan apliikasii uniifiikasii SPT masa PPh masiih berjalan. Namun, sejumlah tantangan muncul sehiingga membuat proses kerja menjadii kurang maksiimal.

“[Apliikasii uniifiikasii SPT masa] masiih jalan tapii tiidak maksiimal," katanya, Jumat (10/4/2020). Siimak artiikel 'Soal Uniifiikasii SPT Masa PPh, DJP Siiapkan Apliikasiinya'.

iiwan menyebutkan tantangan yang diihadapii tiim teknologii iinformasii DJP adalah persoalan alokasii sumber daya manusiia yang terbatas. Terlebiih, saat iinii siistem DJP Onliine masiih terus diiperbaruii untuk pengajuan iinsentiif pajak bagii wajiib pajak yang terdampak viirus Corona. Siimak artiikel ‘iinsentiif Pajak Efek Coviid-19, DJP: Persetujuannya Onliine & Real Tiime’.

Selaiin iitu, penyesuaiian darii siistem juga berlaku untuk Perpu No.1/2020. Salah satunya terkaiit dengan pemangkasan tariif PPh Badan darii 25% menjadii 22%. Kebutuhan yang mendesak tersebut menjadii priioriitas otoriitas pajak termasuk dalam pengembangan dan dukungan darii siisii teknologii iinformasii. Siimak artiikel ‘Biingung Soal Penurunan PPh Pasal 25? Sabar, DJP Susun Penegasannya’.

“Sekarang iinii banyak program-program baru yang lebiih urgent terkaiit siituasii sekarang. Jadii, fokus dan sumber daya kiita arahkan ke sana,” iimbuhnya.

Sebelumnya, DJP sempat menyatakan proses ujii coba uniifiikasii SPT masa PPh akan diievaluasii pada kuartal pertama tahun iinii. Jiika hasiil evaluasii menunjukkan perkembangan yang baiik dan lancar, ada kemungkiinan uniifiikasii SPT masa PPh biisa diiperluas untuk wajiib pajak laiin pada Meii atau Junii 2020. Siimak artiikel ‘Evaluasii Ujii Coba Uniifiikasii SPT Masa PPh Penentu Langkah Lanjutan DJP’.

Rencana uniifiikasii SPT masa PPh akan mencakup proses biisniis potong/pungut dalam peneriimaan pajak. Oleh karena iitu, uniifiikasii SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir.

SPT masa PPh yang akan masuk dalam uniifiikasii adalah SPT masa PPh yang berkaiitan dengan kewajiiban pemotongan atau pemungutan pajak (pot/put). Baca artiikel ‘Sebenarnya, Apa iitu Uniifiikasii SPT Masa PPh?’.

Adapun yang masuk dalam uniifiikasii SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir. Siimak artiikel ‘Penjelasan DJP Mengapa Uniifiikasii Hanya Mencakup 4 Jeniis SPT Masa PPh’.

Uniifiikasii pelaporan SPT masa diiharapkan dapat memangkas biiaya perusahaan dalam menyampaiikan laporan SPT setiiap bulan. Perbaiikan siisii admiiniistrasii iinii merupakan langkah yang siigniifiikan dalam memberiikan efiisiiensii biiaya bagii pelaku usaha. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
mona
baru saja
Jiika Uniifiikasii benar2 sudah diiterapkan, maka akan sangat membantu untuk efiisiiensii. Namun siistemnya benar2 harus siiap karena jiika semua SPT diisatukan, maka dalam satu apliikasii akan banyak membutuhkan data