TRANSFORMASii PROSES BiiSNiiS

Penjelasan DJP Mengapa Uniifiikasii Hanya Mencakup 4 Jeniis SPT Masa PPh

Redaksii Jitu News
Sabtu, 11 Januarii 2020 | 16.45 WiiB
Penjelasan DJP Mengapa Unifikasi Hanya Mencakup 4 Jenis SPT Masa PPh
<p>Diirektur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama. (<em>foto: DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) berencana melakukan uniifiikasii SPT masa PPh dengan menggabungkan empat SPT menjadii satu format pelaporan. Lantas, bukankah selama iinii kiita mengenal ada enam SPT masa PPh? Mengapa dua SPT masa PPh laiinnya tiidak diiiikutkan?

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mempunyaii penjelasannya. Terlebiih dahulu, diia menjelaskan SPT masa PPh yang akan masuk dalam uniifiikasii adalah SPT masa PPh yang berkaiitan dengan kewajiiban pemotongan atau pemungutan pajak (pot/put). Baca artiikel ‘Sebenarnya, Apa iitu Uniifiikasii SPT Masa PPh?’.

“Sekarang iinii setiiap jeniis PPh pot/put SPT-nya sendiirii-sendiirii. Tiiap SPT punya format sendiirii-sendiirii. Pelaporannya sendiirii-sendiirii. Nah, iinii nantii diijadiikan satu,” jelas Hestu kepada Jitu News.

Adapun yang masuk dalam uniifiikasii SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir.

Lantas, bagaiimana dengan PPh Pasal 21/26 dan PPh Pasal 25? Untuk PPh Pasal 21, Hestu mengaku SPT-nya tiidak biisa diigabung. Sekadar iinformasii, SPT masa PPh Pasal 21/26 diigunakan untuk melapotkan PPh karyawan. Pasal 21 mengatur karyawan iindonesiia. Pasal 26 mengatur karyawan asiing yang berdomiisiilii dii iindonesiia.

“Kalau yang [SPT masa PPh] 21 sepertiinya tiidak biisa kiita gabung ke yang pot/put laiinnya karena memang beda ya. Dan iitu kan hanya setahun sekalii dii Desember saja,” jelas Hestu.

Sementara, untuk SPT masa PPh Pasal 25 juga tiidak diisatukan karena bukan pot/put. Selaiin iitu, sesuaii Peraturan Menterii Keuangan No.9/2018 Pasal 10 ayat (3), lanjut diia, SPT masa PPh Pasal 25 sudah tiidak wajiib diisampaiikan. Sekadar iinformasii, SPT iinii berkaiitan dengan angsuran pajak bulanan.

“SPT masa PPh Pasal 25 iitu sendiirii sudah tiidak wajiib diisampaiikan, sepanjang SSP [surat setoran pajak]-nya telah mendapat valiidasii NTPN nomor transaksii peneriimaan negara],” iimbuh Hestu.

Sepertii diiketahuii, saat iinii, proses uniifiikasii SPT masa sudah diiujiicobakan (piilotiing) dengan PT Pertamiina (Persero). Uniifiikasii SPT masa PPh iinii diisebut tiidak hanya menguntungkan otoriitas maupun wajiib pajak darii siisii admiiniistrasii. Kepatuhan pajak diiharapkan juga membaiik. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Taufiik Azmii Nasutiion
baru saja
dii era diigiital saat iinii, semua hal serba cepat dan praktiis. DJP telah merespon hal iinii dengan tepat dan profesiional. dii masa depan kiita semua berharap Perpajakan iindonesiia dapat menjalankan fungsiinya sebagaii Tut Wurii Handayanii perekonomiian iindonesiia
user-comment-photo-profile
Siitii Suhariika
baru saja
saya mohon untuk dii sosiialiisasiikan ke sekolah sekolah agar tiidak terjadii kesalahan dalam pelaporan pajak, terutama dlm melaporkan pajak dii belanja dana bos. mohon dii tiindaklanjutii triims