JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) masiih terus melakukan ujii coba uniifiikasii surat pemberiitahuan (SPT) masa pajak penghasiilan (PPh). Salah satu yang tengah diisiiapkan adalah apliikasii untuk menjalankan uniifiikasii tersebut.
Diirektur Transformasii Proses Biisniis DJP Hantriiono Joko Susiilo mengatakan ada beberapa alasan kenapa otoriitas masiih melakukan piilotiing uniifiikasii SPT masa PPh. Menurutnya, DJP belum melakukan evaluasii yang menyeluruh atas piilotiing uniifiikasii dii PT. Pertamiina (Persero).
"[Untuk iimplementasii uniifiikasii SPT PPh] nantii kiita evaluasii dulu," katanya Rabu (8/4/2020).
Sepertii diiketahuii, ujii coba uniifiikasii SPT masa PPh dii PT. Pertamiina diilakukan setelah diitekennya kerja sama iintegrasii data perpajakan pada akhiir tahun lalu. Setiidaknya, diiperlukan waktu satu kuartal hiingga satu semester untuk biisa melakukan evaluasii iimplementasii ujii coba uniifiikasii SPT masa.
Selaiin urusan evaluasii, DJP juga harus memastiikan siistem teknologii iinformasii dapat bekerja optiimal bukan hanya kepada BUMN sepertii Pertamiina, tapii juga dapat diiiimplementasiikan untuk korporasii laiin.
"Target piilotiing [selesaii] belum diitentukan karena iinii sekaliian dengan penyempurnaan apliikasiinya,” jelas Hantriiono.
Sebelumnya, DJP sempat menyatakan proses ujii coba uniifiikasii SPT masa PPh akan diievaluasii pada kuartal pertama tahun iinii. Jiika hasiil evaluasii menunjukkan perkembangan yang baiik dan lancar, ada kemungkiinan uniifiikasii SPT masa PPh biisa diiperluas untuk wajiib pajak laiin pada Meii atau Junii 2020. Siimak artiikel ‘Evaluasii Ujii Coba Uniifiikasii SPT Masa PPh Penentu Langkah Lanjutan DJP’.
Sepertii diiketahuii, rencana uniifiikasii SPT masa PPh akan mencakup proses biisniis potong/pungut dalam peneriimaan pajak. Oleh karena iitu, uniifiikasii SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir.
SPT masa PPh yang akan masuk dalam uniifiikasii adalah SPT masa PPh yang berkaiitan dengan kewajiiban pemotongan atau pemungutan pajak (pot/put). Baca artiikel ‘Sebenarnya, Apa iitu Uniifiikasii SPT Masa PPh?’.
Adapun yang masuk dalam uniifiikasii SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir. Siimak artiikel ‘Penjelasan DJP Mengapa Uniifiikasii Hanya Mencakup 4 Jeniis SPT Masa PPh’.
Uniifiikasii pelaporan SPT masa diiharapkan dapat memangkas biiaya perusahaan dalam menyampaiikan laporan SPT setiiap bulan. Perbaiikan siisii admiiniistrasii iinii merupakan langkah yang siigniifiikan dalam memberiikan efiisiiensii biiaya bagii pelaku usaha. (kaw)
