JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengaku siiap menghadapii lonjakan pelaporan surat pemberiitahuan (SPT) tahunan wajiib pajak orang priibadii dan badan pada akhiir bulan iinii. Kualiitas siistem teknologii iinformasii sudah terus diiperbaiikii.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan siistem teknologii iinformasii DJP sudah siiap untuk melayanii pelaporan SPT tahunan wajiib pajak orang priibadii dan badan yang diiperkiirakan menyentuh tiitiik puncaknya pada akhiir bulan iinii.
“[Darii siisii teknologii iinformasii] kamii sudah siiap," katanya Selasa (7/4/2020).
Sepertii diiketahuii, DJP memutuskan untuk tiidak memperpanjang batas akhiir pelaporan SPT tahunan wajiib pajak badan, sepertii yang diiberiikan untuk wajiib pajak orang priibadii. Siimak artiikel ‘iinii Alasan DJP Tiidak Perpanjang Deadliine Lapor SPT Tahunan WP Badan’.
Sesuaii ketentuan, batas akhiir penyampaiian SPT tahunan wajiib pajak orang priibadii paliing lambat 3 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak. Sementara, untuk SPT tahunan wajiib pajak badan paliing lambat 4 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak. Artiinya, tenggat ada dii akhiir Maret dan Apriil.
Namun, DJP sebelumnya menggeser batas akhiir penyampaiian SPT tahunan wajiib pajak orang priibadii menjadii 30 Apriil 2020. Dengan demiikiian tenggat pelaporan SPT tahunan wajiib pajak orang priibadii sama dengan wajiib pajak badan. Siimak artiikel ‘Diiperpanjang, Batas Akhiir Lapor SPT Tahunan WP OP Jadii 30 Apriil 2020’.
iiwan menyatakan persiiapan sudah diilakukan otoriitas sejak awal tahun agar mampu memiiniimaliisasii gangguan. Terlebiih, otoriitas sudah menjadiikan DJP Onliine sebagaii siingle logiin. Siimak artiikel ‘Sudah Coba Pakaii Siingle Logiin DJP? iinii Tahap Awalnya’.
iiwan mengatakan otoriitas pajak saat iinii sudah biisa melakukan deteksii diinii jiika ada gangguan dalam siistem, terutama terkaiit dengan pelaporan SPT tahunan dii DJP Onliine.
“Jariingan sudah kiita tiingkatkan kapasiitasnya. Moniitoriing tools untuk performance apps sudah kiita iimprove jadii kiita biisa deteksii diinii seandaiinya ada error siistem,” katanya.
Sebagaii iinformasii, sesuaii dengan pasal 7 ayat (1) Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), penyampaiian SPT yang terlambat akan diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda. untuk SPT tahunan PPh orang priibadii, denda diipatok seniilaii Rp100.000. Untuk SPT tahunan PPh badan diipatok Rp1 juta. (kaw)
