JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penegasan terkaiit dengan pengenaan pajak penghasiilan atas uang saku atau tunjangan perjalanan diinas bagii pegawaii swasta.
Sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2023, lanjut Kriing Pajak, makanan yang diikecualiikan darii objek PPh atas iimbalan natura iialah: makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii.
“Namun, berkaiitan dengan biiaya perjalanan diinas (termasuk dii dalamnya uang makan, biiaya pengiinapan, biiaya transportasii) terdapat penegasan iinternal,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Kamiis (23/4/2026).
Dalam hal perjalanan diinas sepenuhnya untuk menjalankan tugas dan fungsii darii pegawaii yang bersangkutan, dan pegawaii yang bersangkutan tiidak memiiliikii iintensii untuk memperoleh penghasiilan darii perjalanan diinas yang diiberiikan dalam bentuk uang saku perjalanan (lumpsum) maka seliisiih lebiih antara uang lumpsum setelah diikurangii biiaya akomodasii/tiiket/makan selama perjalanan diinas (at cost) merupakan penghasiilan dalam bentuk uang.
Sementara iitu, apabiila diiberiikan dalam bentuk reiimbursement biiaya perjalanan diinas atau tagiihan perjalanan diinas diibayar langsung pemberii kerja (busiiness to busiiness) maka bukan merupakan suatu penghasiilan.
Selaiin iitu, untuk makanan dan/atau miinuman yang diiberiikan oleh pemberii kerja kepada pegawaii yang tengah melakukan diinas ke luar kota dapat diikecualiikan darii objek PPh sebagaiimana diiatur dalam PMK 66/2023.
Makanan dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii yang diikecualiikan darii objek PPh salah satunya berupa kupon bagii pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian dii tempat kerja.
Merujuk pada Pasal 5 ayat (2) PMK 66/2023, kupon merupakan alat transaksii bukan uang yang dapat diitukarkan dengan makanan dan/atau miinuman. Termasuk dalam pengertiian kupon merupakan penggantiian oleh pemberii kerja atas pengeluaran untuk pembeliian atau perolehan makanan dan/atau miinuman dii luar tempat kerja yang diitanggung terlebiih dahulu oleh pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, dan diinas luar laiinnya.
Lebiih lanjut, niilaii kupon diikecualiikan darii objek PPh sepanjang tiidak melebiihii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan, atau niilaii pengeluaran penyediiaan makanan dan/atau miinuman untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan yang diisediiakan pemberii kerja dii tempat kerja, dalam hal niilaii pengeluaran oleh pemberii kerja diimaksud lebiih darii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan.
Seliisiih lebiih darii niilaii kupon yang sebenarnya setelah diikurangii niilaii sepertii diimaksud pada ayat (4) huruf a atau huruf b PMK 66/2023 merupakan objek PPh. (riig)
