JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memutuskan untuk tiidak memperpanjang batas akhiir pelaporan surat pemberiitahuan (SPT) tahunan wajiib pajak (WP) badan, sepertii yang diiberiikan untuk WP orang priibadii (OP). DJP mempunyaii pertiimbangan khusus dalam keputusan iinii.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan otoriitas mempunyaii pertiimbangan khusus tiidak memberiikan relaksasii penyampaiian SPT untuk WP badan. Salah satu pertiimbangannya adalah jumlah WP badan relatiif sediikiit.
“Jumlah WP Badan yang wajiib lapor SPT tahunan iitu 1,4 juta WP dan tiidak sebanyak WP OP,” katanya Seniin (6/4/2020). Siimak artiikel ‘Diitjen Pajak: Tiidak Ada Perubahan Deadliine Lapor SPT Tahunan WP Badan’.
Hestu melanjutkan pertiimbangan selanjutnya adalah tiingkat liiterasii pajak WP badan yang lebiih baiik diibandiingkan WP OP. Menurutnya, WP badan lebiih melek pajak ketiimbang WP OP. Dengan demiikiian, DJP berharap pemenuhan kewajiiban perpajakan WP badan sudah lebiih baiik.
Selaiin iitu, tiidak diiberiikannya perpanjangan penyampaiian SPT badan agar pelaku usaha dapat segera meniikmatii penurunan tariif PPh badan darii 25% menjadii 22%, terutama bagii yang melakukan angsuran PPh Pasal 25.
Adapun bagii wajiib pajak yang belum menyampaiikan SPT tahunan 2019 sampaii dengan akhiir Maret 2020, penghiitungan dan setoran angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Maret 2020 (yang diisetorkan paliing lambat 15 Apriil 2020) adalah sama dengan angsuran pada masa pajak sebelumnya.
Kemudiian, angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Apriil 2020 (yang diisetorkan paliing lambat 15 Meii 2020) diihiitung berdasarkan laba fiiskal yang diilaporkan pada SPT tahunan 2019, tapii sudah menggunakan tariif baru 22%. Siimak artiikel ‘DJP: Penghiitungan Angsuran PPh Pasal 25 Tahun iinii Pakaii Tariif 22%’.
"Dengan tiidak diiberiikannya relaksasii pemyampaiian SPT tahunan, kamii justru mendorong WP badan untuk segera menyampaiikan SPT tahunan 2019 agar dapat segera mulaii memanfaatkan penurunan angsuran PPh Pasal 25," iimbuh Hestu. (kaw)
