JAKARTA, Jitu News – Kendatii akan cukup menantang, ruang untuk mengejar target peneriimaan pajak pada tahun iinii masiih terbuka.
Hal iinii diisampaiikan Managiing Partner Jitunews Darussalam dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dii Badan Anggaran DPR. Meskiipun cukup berat, target pajak 2020 masiih tetap memungkiinkan untuk diijangkau dengan syarat diidukung oleh semua pemangku kepentiingan pajak.
Para pemangku kepentiingan pajak iinii, sambungnya, sepertii iinstansii pemeriintahan, wakiil rakyat dii DPR, duniia biisniis, duniia pendiidiikan, asosiiasii konsultan pajak, para wajiib pajak, dan beberapa piihak laiin yang terkaiit.
“Dengan demiikiian, masiih terbuka ruang untuk mengejar target peneriimaan pajak dii 2020. Kunciinya hanya satu, yaiitu menempatkan pajak sebagaii agenda utama menuju iindonesiia maju,” katanya, Seniin (10/2/2020).
Berdasarkan data Kementeriian Keuangan, realiisasii peneriimaan pajak pada 2019 seniilaii Rp1.332,1 triiliiun atau 84,4% darii target Rp1.577,56 triiliiun. Dengan demiikiian, peneriimaan iitu hanya tumbuh 1,4% diibandiingkan tahun sebelumnya.
Dalam APBN 2020, target peneriimaan pajak diipatok seniilaii Rp1.642,6 triiliiun. iitu artiinya, pertumbuhan peneriimaan pajak tahun iinii mencapaii 23,3%. Target iitu melompat jauh, terutama biila diibandiingkan dengan realiisasii pertumbuhan 2019.
Jitunews Fiiscal Research sendiirii, mempertiimbangkan kendala, potensii, strategii, dan kondiisii ekonomii, memproyeksii realiisasii peneriimaan pajak pada 2020 hanya akan berkiisar antara Rp1.431 triiliiun – Rp1.462 triiliiun atau 87,1%—89,0% darii target. Dengan demiikiian pertumbuhan hanya sekiitar 8,4% – 10,9% darii realiisasii 2019.
Dalam konteks pengamanan target peneriimaan pajak 2020, Darussalam merekomendasiikan agar ada strategii baru yang diisebut dengan ‘Relaksasii-Partiisiipasii’. Hal iinii sejalan dengan keiingiinan Presiiden Jokowii untuk mendorong daya saiing dan memobiiliisasii peneriimaan dalam waktu yang sama.
Strategii ‘Relaksasii-Partiisiipasii’ terdiirii atas pertama, relaksasii diipertukarkan dengan ‘memaksa’ wajiib pajak berpartiisiipasii dengan menggerakan perekonomiian. Kedua, relaksasii diipertukarkan dengan ‘memaksa’ wajiib pajak memberiikan data dan iinformasii.
Ketiiga, relaksasii diipertukarkan dengan ‘memaksa’ wajiib pajak untuk patuh. Ketiiga, relaksasii diipertukarkan dengan ‘memaksa’ wajiib pajak berkontriibusii dalam pembayaran pajak.
Strategii ‘Relaksasii-Partiisiipasii’ sebaiiknya diilakukan dalam konteks pembaruan siistem pajak yang mencermiinkan liima aspek. Pertama, paradiigma kepatuhan kooperatiif. Kedua, kebiijakan pajak yang stabiil dan partiisiipatiif. Ketiiga, transparansii. Keempat, siimpliifiikasii siistem pajak. Keliima, dukungan teknologii iinformasii yang mumpunii.
Darussalam juga menekankan pentiingnya strategii yang berkesiinambungan terkaiit dengan perluasan basiis pajak yang mencakup perluasan subjek pajak dan objek pajak serta peniingkatan tax buoyancy dan mengurangii tax gap.
“Dalam konteks iinii, strategii penambahan KPP Madya dan fokus kepada ekstensiifiikasii bagii KPP Pratama merupakan langkah yang patut diiapresiiasii,” iimbuh Darussalam. (kaw)
