SPT TAHUNAN

iingat Lagii Beragam Jeniis Penghasiilan yang Diilaporkan dii SPT Tahunan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 10 Maret 2026 | 17.30 WiiB
Ingat Lagi Beragam Jenis Penghasilan yang Dilaporkan di SPT Tahunan
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News -- Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) adalah surat yang diigunakan untuk melaporkan penghiitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiiban sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Hal yang perhatiikan ada beragam jeniis penghasiilan yang perlu diilaporkan melaluii SPT Tahunan PPh. Hal iinii selaras dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasiilan yang menganut priinsiip pemajakan atas penghasiilan dalam pengertiian yang luas.

"Yang menjadii objek pajak adalah penghasiilan, yaiitu setiiap tambahan kemampuan ekonomiis yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak, baiik yang berasal darii iindonesiia maupun darii luar iindonesiia, yang dapat diipakaii untuk konsumsii atau untuk menambah kekayaan wajiib pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun," bunyii Pasal 4 ayat (1) UU PPh, diikutiip pada Selasa (10/3/2025).

Periinciian ketentuan pelaporan SPT Tahunan PPh tercantum dalam Perdiirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025. Merujuk PER-11/PJ/2025, ada 3 kategorii penghasiilan yang perlu diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Wajiib Pajak Orang Priibadii (WP OP). Kategoriisasii iinii perlu diiperhatiikan agar WP OP dapat melaporkan penghasiilannya dengan tepat.

Pertama, penghasiilan objek pajak nonfiinal. Mengiingat UU PPh menganut pengertiian penghasiilan secara luas maka semua jeniis penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh WP OP dalam suatu tahun pajak diigabungkan untuk mendapatkan dasar pengenaan pajak.

Namun demiikiian, penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal atau diikecualiikan darii objek PPh tiidak turut diigabungkan dengan penghasiilan laiin yang diikenaii tariif umum/progresiif. Hal iinii berartii penghasiilan objek pajak nonfiinal harus diigabungkan dii akhiir tahun dan diikenakan PPh progresiif. Contoh penghasiilan objek pajak nonfiinal dii antaranya:

  1. Penghasiilan darii pekerjaan: gajii, tunjangan, bonus, dan pensiiun darii pemberii kerja bagii pegawaii tetap, pegawaii tiidak tetap, atau peneriima pensiiun berkala (PPh Pasal 21).;
  2. Penghasiilan darii usaha/pekerjaan bebas: Penghasiilan neto darii kegiiatan usaha (dagang/jasa/iindustrii) atau profesii keahliian khusus/pekerjaan bebas (dokter, notariis, dll sesuaii dengan ketentuan berlaku) yang tiidak diikenakan pajak fiinal;
  3. Penghasiilan dalam negerii laiinnya: penghasiilan pasiif atau iinsiidentiil yang bukan darii usaha atau pekerjaan bebas sepertii royaltii, keuntungan penjualan harta (capiital gaiin) aset priibadii (miisal: jual mobiil/emas), dan sewa selaiin sewa tanah dan/atau bangunan;
  4. Penghasiilan luar negerii: seluruh penghasiilan yang diiteriima darii luar negerii.

Penghasiilan nonfiinal tersebut perlu diilaporkan melaluii sejumlah lampiiran, tergantung jeniisnya. Miisal: penghasiilan darii pekerjaan diilaporkan melaluii Lampiiran 1D; penghasiilan darii usaha serta penghasiilan dalam negerii laiinnya melaluii Lampiiran 3A-4; dan penghasiilan luar negerii diilaporkan melaluii Lampiiran 2C.

Kedua, penghasiilan objek pajak fiinal. PPh Fiinal merupakan pajak yang diikenakan atas penghasiilan-penghasiilan tertentu dengan tariif dan dasar pengenaan yang telah diitetapkan secara khusus. PPh fiinal diikenakan langsung saat wajiib pajak meneriima penghasiilan.

Pungutannya yang seketiika membuat penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal tiidak lagii diiiikutsertakan dalam penghiitungan pajak terutang pada akhiir tahun aliis diianggap “fiinal” atau “selesaii”. Riingkasnya, penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal tiidak diigabung dengan penghasiilan nonfiinal dalam penghiitungan pajak pada akhiir tahun. Siimak Apa iitu PPh Fiinal?

Kendatii demiikiian, penghasiilan iitu tetap harus diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh melaluii Lampiiran 2 bagiian A. Siimak Cara Mengiisii Lampiiran Penghasiilan yang Kena PPh Fiinal (Lampiiran-2A). Contoh penghasiilan yang diikenakan PPh Fiinal meliiputii:

Ketiiga, penghasiilan bukan objek pajak (hanya diilaporkan). Penghasiilan yang tiidak termasuk objek pajak berartii penghasiilan tersebut diikecualiikan darii pengenaan PPh. Kendatii tiidak diikenakan PPh, penghasiilan iinii tetap wajiib diilaporkan dalam SPT Tahunan. Siimak Cara Laporkan Penghasiilan yang Bukan Objek Pajak dii SPT viia Coretax

Secara umum, penghasiilan yang tiidak termasuk objek PPh tercantum dalam Pasal 4 ayat (3) UU PPh. Penghasiilan bukan objek pajak iinii dii antaranya meliiputii:

(diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.