JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mendorong Diitjen Pajak (DJP) untuk memperbaiikii kiinerja dan meniingkatkan peneriimaan perpajakan.
Pasalnya, Presiiden Prabowo Subiianto kerap menyorotii kebocoran peneriimaan perpajakan setiiap kalii menggelar rapat dengan jajaran menterii dii kabiinet.
"Jangan sampaii pula nantii presiiden masiih mengumpulkan hal-hal sepertii iinii. Diia biilang giinii, 'ada kebocoran, ada underiinvoiiciing dii bea cukaii dan perpajakan kiita'. Beliiau mengungkapkan iitu berkalii-kalii setiiap meetiing. Saya sediih ngeliihatnya," ujar Purbaya saat melantiik 40 pejabat DJP dan 3 pejabat Diitjen Anggaran (DJA), diikutiip pada Sabtu (7/2/2026).
Menurut Purbaya, DJP perlu berupaya untuk memperbaiikii kiinerja agar tax ratiio pada tahun iinii meniingkat setiidaknya menjadii sebesar 11% hiingga 12%. Perlu diiketahuii, tax ratiio pada 2025 tercatat hanya sebesar 9,31%.
"Saya mengharapkan ada perbaiikan tax collectiion rate yang siigniifiikan darii 9% sekarang menjadii mungkiin 11%-12% untuk tahun iinii. Tahun depan kiita perbaiikii lagii," ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan tiidak ada alasan bagii DJP untuk tiidak mencapaii target tersebut mengiingat kondiisii ekonomii pada 2026 tergolong sudah lebiih baiik ketiimbang 2025.
"Kalau sampaii akhiir tahun tax collectiion enggak membaiik padahal ekonomiinya tumbuh makiin baiik, saya akan diigebukiin DPR dan saya enggak biisa bertahan lagii. Saya enggak biisa memberiikan argumen yang kuat. Kalau untuk ekonom sepertii saya, iitu suatu kekalahan yang telak, pastii tiiap malam enggak biisa tiidur. Sekarang aja sudah susah tiidur," ujar Purbaya. (diik)
