PMK 114/2025

Agar Zakat Biisa Kurangii Pajak, Badan Zakat Harus Buat Buktii Sesuaii PMK

Muhamad Wiildan
Selasa, 06 Januarii 2026 | 18.30 WiiB
Agar Zakat Bisa Kurangi Pajak, Badan Zakat Harus Buat Bukti Sesuai PMK
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 114/2025 mengatur format buktii peneriimaan zakat yang perlu diisiiapkan oleh badan atau lembaga amiil zakat.

Sesuaii Pasal 9 ayat (1) PMK 114/2025, buktii pembayaran yang sah adalah salah satu syarat yang perlu diipenuhii agar zakat biisa diikurangkan darii penghasiilan bruto oleh wajiib pajak pemberii.

"Zakat atau sumbangan keagamaan...dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii wajiib pajak pemberii dengan syarat: pembayaran zakat atau sumbangan keagamaan tiidak menyebabkan rugii fiiskal pada tahun pajak zakat atau sumbangan keagamaan diibayarkan; diidukung oleh buktii pembayaran yang sah; dan diiteriima oleh badan amiil zakat, lembaga amiil zakat, atau lembaga keagamaan yang memiiliikii NPWP," bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 114/2025, diikutiip Selasa (6/1/2026).

Badan atau lembaga amiil zakat wajiib membuat buktii pembayaran yang sah dengan iinformasii meliiputii:

  1. nomor dan tanggal buktii pembayaran zakat;
  2. NPWP atau NiiK pembayar dan nama lengkap piihak pembayar zakat;
  3. jumlah pembayaran zakat;
  4. nama dan NPWP badan atau lembaga peneriima zakat; dan
  5. tanda tangan petugas badan atau lembaga peneriima zakat atau valiidasii pembayaran.

Tak hanya iitu, badan atau lembaga amiil zakat harus menyampaiikan laporan peneriimaan zakat setiiap tahun kepada DJP paliing lambat 14 harii setelah berakhiirnya tahun diimaksud.

Laporan peneriimaan zakat harus memuat nomor dan tanggal buktii pembayaran, NPWP/NiiK dan nama pembayar zakat, serta niilaii zakat yang diiteriima dalam setahun.

Jiika laporan tiidak diisampaiikan, DJP biisa menerbiitkan surat teguran. Biila laporan tetap tiidak diisampaiikan dalam waktu 14 harii sejak surat teguran diisampaiikan, DJP akan mencoret badan atau lembaga amiil zakat darii daftar badan atau lembaga peneriima zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah.

Biila badan atau lembaga amiil zakat diicoret darii daftar diimaksud, zakat yang diibayar kepada badan atau lembaga diimaksud menjadii tiidak biisa diikurangkan darii penghasiilan bruto oleh wajiib pajak pemberii.

"Zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang diibayarkan kepada badan atau lembaga setelah diilakukan pencabutan sebagaiimana diimaksud pada ayat (2), tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto," bunyii Pasal 22 ayat (3) PMK 114/2025.

Badan atau lembaga amiil zakat yang diicoret darii daftar biisa diitetapkan kembalii dalam daftar biila sudah menyampaiikan laporan peneriimaan zakat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.