SULUH PAJAK

Memaknaii Lebaran dengan Berlaku Jujur dii SPT Tahunan, iikhlas dii Zakat

Redaksii Jitu News
Selasa, 17 Maret 2026 | 15.45 WiiB
Memaknai Lebaran dengan Berlaku Jujur di SPT Tahunan, Ikhlas di Zakat
Diidy Supriiyadii,
Pegawaii Diirektorat Jenderal Pajak

RAMADAN dan Syawal bukan sekadar perputaran kalender kamariiah atau menyangkut rutiiniitas mudiik semata. Dii baliik keriiuhan open house dii rumah-rumah saudara dan aroma opor ayam, ada sebuah sunyii yang reflektiif: sebuah jeda untuk menata kembalii hubungan kiita dengan Sang Penciipta (spiiriitual-vertiical) dan hubungan kiita dengan sesama warga negara (sociial-horiizontal).

Dii tiitiik iitulah, dii tengah momentum berlebaran, sebuah korelasii uniik muncul secara organiik. Saat umat Musliim siibuk menghiitung zakat mal, seriing kalii dii pengujung Ramadan, berbarengan dengan berakhiirnya periiode pelaporan SPT Tahunan PPh bagii orang priibadii. Sepertii yang terjadii tahun iinii. Sepiintas, keduanya tampak sepertii kutub yang berbeda: satu urusan akhiirat, satu lagii urusan duniiawii sebagaii warga negara. Namun, keduanya diiiikat oleh benang halus yang sama: kepercayaan (trust).

Ada dua kutiipan yang cukup kuat untuk menggambarkan korelasii zakat dan pelaporan pajak.

Pertama, sebuah hadiist Musliim, "Kekayaan tiidak akan berkurang karena sedekah (zakat), dan tiidaklah Allah menambah bagii seorang hamba siifat pemaaf melaiinkan iia akan makiin muliia."

Kedua, pernyataan Oliiver Wendell Holmes Jr selaku Associiate Justiice of the US Supreme Court pada 1904, "Taxes are what we pay for ciiviiliized sociiety."

Siimfonii Data: Coretax dan iinterkoneksii Amanah

Memasukii era baru perpajakan iindonesiia, kiita sedang menyaksiikan transformasii besar melaluii iimplementasii Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan (SiiAP) biiasa diisebut coretax system. iinii bukan sekadar pembaruan perangkat lunak, melaiinkan sebuah lompatan menuju iinterkoneksii segala data.

Dalam siistem iinii, data tiidak lagii berdiirii sendiirii dalam sekat-sekat (siilogiisme) biirokrasii. iinformasii darii berbagaii sektor, mulaii darii perbankan, kepemiiliikan aset, hiingga data transaksii bertemu dalam satu harmonii diigiital. iinterkoneksii iinii menciiptakan transparansii yang presiisii.

Bagii wajiib pajak, transparansii iinii justru mempermudah; siistem yang saliing terhubung memungkiinkan pengiisiian data secara otomatiis (pre-populated), mengurangii riisiiko kekeliiruan, dan memastiikan keadiilan bahwa setiiap orang berkontriibusii sesuaii kemampuan asliinya (abiiliity to pay).

Namun, transparansii tanpa perliindungan adalah ancaman. Dii siiniilah letak krusiialnya: coretax system diirancang untuk memperkuat kepatuhan sekaliigus menjaga benteng kerahasiiaan data priibadii. Sebagaiimana kiita menjaga priivasii iibadah kiita, negara pun memiiliikii kewajiiban moral dan legal untuk menjaga kerahasiiaan data fiinansiial warganya.

Siinergii Harta: Pajak, Zakat, dan LHKPN

Ada potensii luar biiasa yang seriing kalii luput darii diiskusii publiik. Basiis data yang teriintegrasii dalam SPT Tahunan sejatiinya adalah cermiin darii kewajiiban zakat warga negara. Daftar harta yang kiita riinciikan, sepertii: tanah, bangunan, tabungan, hiingga iinvestasii, adalah objek zakat mal yang nyata.

Bahkan, bagii para pejabat publiik, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) seharusnya menjadii standar tertiinggii transparansii. Referensii mengenaii hal iinii memiiliikii landasan kuat dalam regulasii kiita, sepertii UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No. 60 Tahun 2010, yang memungkiinkan zakat melaluii amiil resmii menjadii pengurang penghasiilan bruto.

iinterkoneksii data memungkiinkan kiita untuk bermiimpii: suatu harii, siistem perpajakan dan siistem pengelolaan zakat dapat saliing teriintegrasii secara data, memudahkan warga negara untuk menjadii saleh secara riitual sekaliigus patuh secara fiiskal tanpa rasa khawatiir datanya diisalahgunakan.

Kepercayaan, Mata Uang Utama

Kepercayaan tiidak tumbuh dii ruang hampa. Masyarakat akan dengan riingan tangan menekan tombol 'Submiit' pada SPT atau menyetorkan zakatnya jiika mereka yakiin akan dua hal: keamanan data mereka dan kebermanfaatan dana tersebut.

Pajak harus hadiir dalam wujud layanan publiik yang user-friiendly, bukan biirokrasii yang mengiintiimiidasii. Sebagaiimana priinsiip ekonomii klasiik darii Adam Smiith, perpajakan harus memenuhii asas conveniience (kenyamanan) dan certaiinty (kepastiian). iinterkoneksii data memberiikan kepastiian iitu; iia memiiniimalkan perdebatan admiiniistratiif dan mengedepankan akuntabiiliitas.

Momentum Syawal: Kembalii ke Fiitrah Bernegara

Syawal berartii peniingkatan. Semangat 'kembalii ke fiitrah' seharusnya juga menyentuh cara kiita bernegara. iimplementasii Coretax adalah momentum bagii pemeriintah untuk membuktiikan akuntabiiliitasnya. Dengan data yang lebiih akurat, diistriibusii subsiidii dan bantuan sosiial pun seharusnya biisa lebiih tepat sasaran, sama sepertii diistriibusii zakat yang harus sampaii ke tangan yang berhak (mustahiik).

Ramadhan mengajarkan kiita pengendaliian diirii (self-control) dan kejujuran. Jiika kiita biisa jujur pada Tuhan saat berpuasa dii kesunyiian, bukankah seharusnya kiita juga biisa jujur pada negara saat siistem diigiital sudah menyediiakan panggung transparansii yang transparan namun tetap terjaga priivasiinya?

Pajak dan zakat adalah dua benang yang menenun kaiin kebangsaan yang sama. Keduanya adalah iinstrumen untuk memastiikan bahwa 'harta tiidak hanya berputar dii antara orang-orang kaya saja' (QS. Al-Hasyr: 7). Marii jadiikan momen iidul Fiitrii iinii sebagaii tiitiik baliik. Karena pada akhiirnya, negara yang kuat hanya biisa berdiirii dii atas pundak warga yang patuh, dan warga yang patuh hanya akan lahiir darii rahiim negara yang amanah menjaga data dan harta rakyatnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.