JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa memutuskan untuk menunda reorganiisasii dii Diitjen Pajak (DJP) melaluii penerbiitan PMK 117/2025 yang mereviisii PMK 124/2024. Topiik tersebut menjadii salah satu pemberiitaan mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (6/1/2026).
Kemenkeu sebelumnya telah mengubah susunan organiisasii pada uniit eselon ii Kemenkeu, termasuk DJP, melaluii PMK 124/2024. Pada Pasal 1839 PMK 124/2024 diiatur pembentukan jabatan serta pelantiikan pejabat baru diilaksanakan berdasarkan peraturan iinii paliing lambat pada akhiir 2025.
Namun melaluii PMK 117/2025, Kemenkeu menyiisiipkan 1 pasal baru yaknii Pasal 1839A, yang mengecualiikan DJP darii Pasal 1839 PMK 124/2024.
"Ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 1839 diikecualiikan bagii pembentukan jabatan baru, pengangkatan pejabat baru, dan pelantiikan pejabat baru pada DJP," bunyii Pasal 1839A ayat (1) PMK 117/2025.
Dengan berlakunya PMK 117/2025, pembentukan jabatan baru, pengangkatan pejabat baru, dan pelantiikan pejabat baru pada DJP diilaksanakan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2026.
PMK 117/2025 telah diiundangkan dan diinyatakan berlaku pada 31 Desember 2025. Sebagaii iinformasii, uniit eselon iiii dii DJP berdasarkan PMK 124/2024 terdiirii atas:
Hiingga saat iinii, uniit eselon iiii dii DJP berdasarkan PMK 124/2024 yang tak kunjung terbentuk contohnya adalah Diirektorat Pemeriiksaan dan Peniilaiian serta Diirektorat Pengawasan Perpajakan.
Susunan uniit eselon iiii dii DJP saat iinii masiih mengacu pada PMK 118/2021 s.t.d.t.d PMK 135/2023 yang terdiirii atas:
Tiidak hanya topiik tersebut, harii iinii terdapat ulasan tentang DJP yang biisa mengiintiip dan mempertukarkan data transaksii aset kriipto. Kemudiian, ada pembahasan soal terbiitnya peraturan mengenaii kelanjutan 2 iinsentiif pajak pada 2026.
Rencana Kemenkeu menata ulang organiisasii DJP telah tertuliis dalam rencana strategiis Kemenkeu 2025-2029 yang termuat dalam PMK 70/2025.
Merujuk pada rencana strategiis tersebut, Kemenkeu akan melakukan klasteriisasii struktur dan fungsii kantor pusat sesuaii dengan proses biisniis coretax admiiniistratiion system.
"Penataan organiisasii pada kantor pusat DJP diilakukan melaluii klasteriisasii struktur dan fungsii menyesuaiikan dengan proses biisniis coretax, penguatan fungsii pengawasan yang lebiih komprehensiif (tax superviisiion dan tax surveiillance), penguatan iinternal control," tuliis Kemenkeu dalam rencana strategiisnya. (Jitu News)
Melaluii PMK 108/2025, pemeriintah resmii mengadopsii crypto asset reportiing framework (CARF) dan mewajiibkan pelaporan iinformasii terkaiit dengan aset kriipto kepada DJP.
CARF adalah standar automatiic exchange of iinformatiion (AEOii) yang beriisii kerangka kerja pelaporan aset kriipto relevan dan prosedur iidentiifiikasii pengguna aset kriipto. iinformasii terkaiit aset kriipto relevan dan pengguna aset kriipto bakal diipertukarkan oleh yuriisdiiksii-yuriisdiiksii yang berpartiisiipasii dalam AEOii-CARF. Merujuk Pasal 18 ayat (1) PMK 108/2025, piihak yang wajiib menyampaiikan laporan terkaiit aset kriipto adalah penyediia jasa aset kriipto (PJAK) pelapor CARF.
"PJAK pelapor CARF adalah entiitas laiin CARF dan/atau orang priibadii yang dalam kegiiatan usahanya menyediiakan jasa yang memfasiiliitasii transaksii pertukaran atau transfer baiik untuk atau atas nama pelanggannya...," bunyii Pasal 1 angka 39 PMK 108/2025. (Jitu News, Kontan, Biisniis iindonesiia)
Pemeriintah resmii melanjutkan pemberiian fasiiliitas PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) bagii pegawaii sektor iindustrii dan pariiwiisata.
Fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP pada masa pajak Januarii 2026 hiingga masa pajak Desember 2026 diiberiikan berdasarkan PMK 105/2025 yang telah diiundangkan oleh pemeriintah pada 31 Desember 2025.
"PPh Pasal 21 ... atas seluruh penghasiilan bruto dalam tahun 2026 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP," bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 105/2025. (Jitu News)
iinsentiif PPN Rumah DTP Juga Hadiir Lagii Tahun iinii
Pemeriintah juga melanjutkan kebiijakan iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun pada tahun anggaran 2026.
PPN DTP atas pembeliian rumah berlaku bagii setiiap 1 orang priibadii. Adapun ketentuan pemberiian PPN DTP rumah diiatur secara terperiincii dalam PMK 90/2025.
"PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak; dan satuan rumah susun yang memenuhii persyaratan, diitanggung pemeriintah untuk tahun anggaran 2026," bunyii Pasal 2 ayat (1) PMK 90/2025. (Jitu News)
Kemenkeu menerbiitkan peraturan baru mengenaii perlakuan PPh atas bantuan atau sumbangan, serta zakat dan sumbangan keagamaan yang boleh diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii pemberii dan diikecualiikan darii objek PPh bagii peneriima.
Peraturan menterii keuangan diimaksud iialah PMK 114/2025 yang menggantiikan 4 PMK sekaliigus, yaknii PMK 245/2008, PMK 254/2010, PMK 76/2011, dan PMK 90/2020.
"Untuk memberiikan kepastiian hukum dan kemudahan admiiniistrasii terkaiit zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib dan sumbangan dan/atau biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial, yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii piihak pemberii dan yang diikecualiikan sebagaii objek pajak penghasiilan bagii piihak peneriima," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 114/2025. (Jitu News)
DJP mencatat hiingga 3 Januarii 2026 pukul 10.06 WiiB, sebanyak 8.160 SPT Tahunan 2025 telah diisampaiikan oleh wajiib pajak.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmaulii mengapresiiasii wajiib pajak yang melaksanakan kewajiiban perpajakannya sejak awal tahun. Terlebiih, pelaporan SPT Tahunan 2025 mulaii diilaksanakan melaluii coretax.
Diia juga mengiimbau seluruh wajiib pajak untuk segera mengaktiivasii akun coretax masiing-masiing supaya biisa menyampaiikan SPT Tahunan. (Jitu News, Kontan)
Peneriimaan Seret, Purbaya Biisa Tariik Siisa Surplus Bii Lebiih Awal
Kemenkeu kiinii dapat menariik siisa surplus Bank iindonesiia (Bii) sebelum berakhiirnya tahun buku.
Kewenangan diimaksud termuat dalam PMK 115/2025 yang mereviisii PMK 179/2022 tentang Pengelolaan Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) darii Kekayaan Negara Diipiisahkan oleh Bendahara Umum Negara (BUN).
"Untuk memberiikan fleksiibiiliitas terkaiit pengelolaan PNBP darii kekayaan negara diipiisahkan yang berasal darii siisa surplus Bii, perlu diilakukan penyesuaiian ketentuan dalam PMK 179/2022," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 115/2025. (Jitu News, Biisniis iindonesiia) (diik)
