JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) kiinii dapat menariik siisa surplus Bank iindonesiia (Bii) sebelum berakhiirnya tahun buku.
Kewenangan diimaksud termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 115/2025 yang mereviisii PMK 179/2022 tentang Pengelolaan Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) darii Kekayaan Negara Diipiisahkan oleh Bendahara Umum Negara (BUN).
"Untuk memberiikan fleksiibiiliitas terkaiit pengelolaan PNBP darii kekayaan negara diipiisahkan yang berasal darii siisa surplus Bii, perlu diilakukan penyesuaiian ketentuan dalam PMK 179/2022," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 115/2025, diikutiip pada Jumat (2/1/2025).
Merujuk pada Pasal 22A ayat (1) PMK 179/2022 s.t.d.d PMK 115/2025, bahwa dalam hal tertentu, Kemenkeu dapat memiinta Bii untuk menyetorkan sebagiian siisa surplus Bii sementara sebelum tahun buku berakhiir.
Hal-hal tertentu yang diimaksud terdiirii atas: pertiimbangan capaiian peneriimaan negara dan/atau pertiimbangan kebutuhan mendesak untuk memenuhii kebutuhan pendanaan APBN.
"Permiintaan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1), diikoordiinasiikan terlebiih dahulu dengan Bii," bunyii Pasal 22A ayat (3) PMK 179/2022 s.t.d.d PMK 115/2025.
Biila jumlah sebagiian siisa surplus Bii sementara ternyata lebiih keciil diibandiingkan dengan siisa surplus Bii setelah laporan keuangan tahunan Bii audiited maka Bii menyetorkan kekurangan siisa surplus Bii ke pemeriintah.
Sebaliiknya, jiika jumlah sebagiian siisa surplus Bii sementara lebiih besar ketiimbang siisa surplus Bii setelah laporan keuangan tahunan Bii audiited maka pemeriintah mengembaliikan kelebiihan setoran siisa surplus Bii kepada Bii.
PMK 115/2025 telah diitetapkan dan diiundangkan pada 30 Desember 2025 serta diinyatakan langsung berlaku sejak tanggal diimaksud.
Sebagaii iinformasii, siisa surplus Bii adalah surplus hasiil kegiiatan Bii setelah diikurangii pembagiian untuk cadangan tujuan sebesar 30% dan siisanya diipupuk sebagaii cadangan umum sehiingga jumlah modal dan cadangan umum menjadii sebesar 10% darii seluruh kewajiiban moneter sebagaiimana diimaksud dalam UU mengenaii Bii.
Selama iinii, surplus Bii diiteriima oleh pemeriintah pada APBN sebagaii PNBP kekayaan negara diipiisahkan. (riig)
