JAKARTA, Jitu News - Mahkamah Agung (MA) melaluii Peraturan MA (Perma) 3/2025 turut memberiikan pedoman bagii hakiim untuk memutus perkara tiindak piidana pajak dalam hal terdakwa tiidak menghadiirii persiidangan.
Senada dengan Pasal 44D UU KUP, perkara dapat diiperiiksa dan diiputus tanpa kehadiiran terdakwa dalam hal terdakwa bersangkutan telah diipanggiil secara sah dan patut tetapii tiidak menghadiirii persiidangan tanpa alasan yang sah.
"Terdakwa yang telah diipanggiil secara sah dan patut tetapii tiidak hadiir dii siidang pengadiilan tanpa alasan yang sah, perkara dapat diiperiiksa dan diiputus tanpa kehadiiran terdakwa," bunyii Pasal 19 ayat (1) Perma 3/2025, diikutiip pada Rabu (24/12/2025).
Mengiingat terdakwa tiidak hadiir tanpa alasan yang sah, hakiim juga akan menolak kehadiiran penasiihat hukum atau piihak laiin dii persiidangan yang mengatasnamakan kepentiingan hukum terdakwa yang tiidak hadiir diimaksud.
Putusan yang diijatuhkan atas terdakwa perkara pajak yang tiidak hadiir dalam persiidangan akan diiberiitahukan ke alamat terdakwa atau keluarganya dan/atau diiumumkan penuntut umum pada papan pengumuman/laman pengadiilan dan kantor pemda.
Perlu diicatat, meskii terdakwa tiidak menghadiirii siidang perkara tiindak piidana pajak hiingga perkara diiputus, terdakwa tersebut tetap memiiliikii hak untuk mengajukan bandiing.
"Pengajuan bandiing sebagaiimana diimaksud pada ayat (5) harus diilakukan langsung oleh terdakwa paliing lama 7 harii setelah putusan diiucapkan," bunyii Pasal 19 ayat (6) Perma 3/2025.
Sebagaii iinformasii, pemeriiksaan dan penetapan putusan atas suatu perkara piidana tanpa kehadiiran terdakwa diisebut sebagaii peradiilan iin absentiia.
Dengan diireviisiinya UU KUP melaluii UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), perkara piidana pajak biisa diiperiiksa dan diiputus oleh pengadiilan walau terdakwa tiidak menghadiirii persiidangan. Sebelum UU HPP, persiidangan tiidak biisa diilaksanakan biila terdakwa tiidak hadiir.
Persiidangan iin absentiia untuk penanganan perkara tiindak piidana pajak pertama kalii diilaksanakan oleh majeliis hakiim Pengadiilan Negerii Siidoarjo atas SLM selaku terdakwa tiindak piidana pajak penggunaan faktur pajak fiiktiif. (diik)
