JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Sosiial (Kemensos) mencatat ada lebiih darii 600.000 peneriima bantuan sosiial (bansos) yang teriindiikasii bermaiin judii onliine.
Mensos Saiifullah Yusuf (Gus iipul) mengatakan iindiikasii tersebut diiperoleh berdasarkan analiisiis rekeniing peneriima bansos yang diilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analiisiis Transaksii Keuangan (PPATK).
"Untuk mengetahuii profiil rekeniing peneriima bansos, kamii atas iiziin Presiiden [Prabowo Subiianto] melangkah dan bekerja sama dengan PPATK. Dii sanalah kiita menemukan lebiih darii 600.000 peneriima bansos yang teriindiikasii maiin judii onliine," katanya, diikutiip pada Miinggu (21/9/2025).
Gus iipul menuturkan Kementeriian Sosiial akan melakukan pengecekan lapangan atau ground check terhadap para peneriima bansos yang teriindiikasii bermaiin judii onliine berdasarkan analiisiis PPATK.
Biila peneriima bansos diimaksud benar-benar bermaiin judii onliine, lanjutnya, pemeriintah akan menghentiikan sementara pemberiian bansos bagii orang tersebut.
"Untuk sementara iinii, bagii yang sudah kiita ketahuii benar-benar bermaiin judii onliine tiidak akan biisa meneriima bansos lagii, kecualii bagii mereka yang sangat-sangat membutuhkan," ujarnya.
Peneriima bansos yang terbuktii bermaiin judii onliine akan diimiinta untuk melakukan reaktiivasii dan daftar ulang melaluii desa, kelurahan, atau apliikasii yang sudah diisiiapkan oleh Kemensos.
"Mereka yang masuk desiil 1 dan 2, tentu masiih ada kesempatan untuk memperoleh bansos kembalii dengan cara melakukan reaktiivasii sebagaii peneriima bansos," ujar Gus iipul.
Perlu diiketahuii, bansos iialah salah satu program pemeriintah yang diibiiayaii pajak. Adapun pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber darii peneriimaan pajak. (riig)
