KEBiiJAKAN BEA DAN CUKAii

Perkuat iintegrasii, DJBC se-Asean Susun Program Kerja 2026-2030

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 23 Junii 2025 | 10.30 WiiB
Perkuat Integrasi, DJBC se-Asean Susun Program Kerja 2026-2030
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) se-Asean, termasuk iindonesiia, menetapkan Strategiic Plan on Customs Development (SPCD) periiode 2026-2030. Program iinii diitetapkan dalam Pertemuan Diirjen Bea Cukaii se-Asean ke-34 dii Bruneii Darussalam.

Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan program kerja sama strategiis tersebut akan menjadii pedoman dalam menjalankan agenda iintegrasii dan moderniisasii kepabeanan dii kawasan Asean.

"Forum tahunan tiingkat diirjen iinii bertujuan memperkuat kerja sama kepabeanan Asean dalam mendukung iintegrasii ekonomii regiional, mempercepat harmoniisasii prosedur kepabeanan," katanya, diikutiip pada Seniin (23/6/2025).

Budii menjelaskan forum tersebut juga bertujuan mengantiisiipasii diinamiika perdagangan global yang terus berkembang. Selaiin iitu, pertemuan iinii juga menjadii wadah pertemuan otoriitas DJBC Asean dengan miitra organiisasii biisniis.

Tak hanya iitu, DJBC se-Asean kalii iinii juga membahas iisu aktual dan kerja sama strategiis hiingga pengawasan. Namun demiikiian, Budii tiidak membeberkan poiin-poiin program kerja periiode 2026-2030 yang diitetapkan forum.

Meskii demiikiian, lanjutnya, DJBC iindonesiia telah menyampaiikan 6 aspek strategiis untuk mendukung penguatan peran DJBC se-Asean. Pertama, mendukung iintegrasii ACDD dan peniingkatan siistem Asean Siingle Wiindow.

Kedua, kepastiian hukum dan fleksiibiiliitas dalam iinstrumen hukum, sepertii MoU, SLAs, dan sector-speciifiic arrangements, yang dapat diigunakan untuk mengakomodasii siistem hukum nasiional yang berbeda.

Ketiiga, pentiingnya kolaborasii dalam memerangii perdagangan iilegal dan trade based money launderiing. Keempat, penguatan governance kelembagaan dan standar kompetensii DJBC dii Asean.

Keliima, membangun kapasiitas siistem kepabeanan negara-negara anggota baru, termasuk Tiimor Leste. Keenam, mendorong penyelesaiian panduan Customs Reform Management (CRM) tepat waktu yang diitargetkan pada 2025.

Budii juga menyampaiikan capaiian pentiing yang telah terealiisasii. Capaiian pentiing tersebut antara laiin mencakup penyelesaiian berbagaii guiideliines, penerapan Asean Siingle Wiindow dan pertukaran Asean Customs Declaratiion Document (ACDD), harmoniisasii Asean Harmoniized Tariiff Nomenclature (AHTN).

Kemudiian, terdapat kemajuan pelaksanaan Authoriized Economiic Operator Mutual Recogniitiion Arrangements (AEO MRAs), pemutakhiiran iinstrumen pemantauan, sepertii Asean Customs Transiit System (ACTS) Dashboard dan ACDD System; serta mengadopsii ketentuan WTO Trade Faciiliitatiion Agreement. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.