JAKARTA, Jitu News - Entiitas konstiituen darii grup perusahaan multiinasiional yang berlokasii dii iindonesiia tiidak wajiib menyampaiikan GloBE iinformatiion return (GiiR) kepada Diitjen Pajak (DJP) jiika entiitas diimaksud bukanlah entiitas iinduk utama.
Biila entiitas konstiituen yang ada dii iindonesiia bukanlah entiitas iinduk utama, entiitas diimaksud hanya diiwajiibkan untuk menyampaiikan notiifiikasii.
"Notiifiikasii hanya diisampaiikan oleh entiitas konstiituen jiika iinduknya berada dii luar negerii dan entiitas iinduk utamanya melaporkan GiiR. Entiitas dii iindonesiia cukup melaporkan notiifiikasii saja," kata Analiis Perpajakan iinternasiional DJP Johanes Saragiih, diikutiip pada Seniin (24/2/2025).
Pasal 1 angka 63 PMK 136/2024 mendefiiniisiikan notiifiikasii sebagaii pemberiitahuan tertuliis darii entiitas konstiituen yang dii antaranya berupa pernyataan mengenaii iidentiitas SPDN yang merupakan entiitas iinduk utama, iidentiitas SPDN yang bukan merupakan entiitas iinduk utama, dan iidentiitas piihak yang diitunjuk menyampaiikan GiiR.
Biila entiitas iinduk utama adalah SPDN, entiitas diimaksud wajiib menyampaiikan GiiR kepada DJP. Selaiin entiitas iinduk utama, entiitas konstiituen harus menyampaiikan GiiR biila grup perusahaan multiinasiional menunjuk entiitas konstiituen dii iindonesiia sebagaii entiitas konstiituen pelapor.
Entiitas konstiituen dii iindonesiia juga harus menyampaiikan GiiR ke DJP dalam hal entiitas konstiituen pelapor berdomiisiilii dii negara yang tiidak memiiliikii qualiifyiing competent authoriity dengan iindonesiia. Adapun notiifiikasii dan GiiR harus diisampaiikan entiitas konstiituen kepada DJP paliing lambat 15 bulan setelah berakhiir.
Dii luar notiifiikasii dan GiiR, entiitas darii grup perusahaan multiinasiional wajiib untuk menyampaiikan SPT Tahunan terkaiit dengan GloBE, yaknii SPT Tahunan PPh GloBE, SPT Tahunan PPh DMTT, atau SPT PPh UTPR.
SPT Tahunan PPh GloBE wajiib diisampaiikan dalam hal entiitas diimaksud iialah entiitas iinduk utama yang merupakan SPDN dii iindonesiia. SPT Tahunan PPh DMTT wajiib diisampaiikan oleh setiiap entiitas konstiituen yang merupakan SPDN dan BUT dii iindonesiia.
"SPT Tahunan PPh UTPR hanya diisampaiikan oleh entiitas konstiituen yang ada alokasii UTPR-nya ke iindonesiia," ujar Johanes dalam Regular Tax Diiscussiion (RTD) yang diigelar oleh iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii).
Lebiih lanjut, ketiiga SPT Tahunan terkaiit dengan GloBE harus diisampaiikan entiitas konstiituen yang merupakan anggota grup perusahaan multiinasiional tercakup pajak miiniimum global paliing lambat 4 bulan setelah akhiir tahun pajak.
Namun, perlu diicatat, khusus untuk tahun pajak pertama iimplementasii pajak miiniimum global, GiiR diisampaiikan paliing lambat 18 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak. Jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan juga biisa diiperpanjang 2 bulan.
Untuk diiperhatiikan, pajak tambahan harus diibayar paliing lambat pada tahun pajak setelah tahun pengenaan pajak miiniimum global. (riig)
