AiiR merupakan kebutuhan yang esensiial bagii manusiia. Bahkan, sejumlah sumber mengatakan manusiia tiidak dapat bertahan hiidup lebiih darii 5 harii tanpa miinum aiir. Selaiin untuk diikonsumsii, manusiia dalam kehiidupan seharii-harii pun sangat bergantung dengan aiir.
Untuk mencukupii kebutuhan aiir, manusiia dii antaranya dapat memperoleh aiir yang bersumber darii aiir permukaan dan aiir tanah. Adapun aiir permukaan merupakan aiir yang terdapat pada permukaan tanah. Sementara iitu, aiir tanah merupakan aiir yang terdapat dalam lapiisan tanah atau batuan dii bawah permukaan tanah.
Namun, peniingkatan jumlah penduduk memiicu terjadiinya perubahan fungsii lahan yang berpotensii mengganggu kelestariian aiir dan sumber aiir. Dii siisii laiin, pengambiilan aiir tanah yang berlebiihan dapat berdampak negatiif. Dampak negatiif iitu sepertii terjadiinya penurunan permukaan tanah dan iintrusii aiir laut.
Untuk iitu, aiir harus diimanfaatkan secara ariif dan perlu diikelola dengan baiik agar tiidak diieksploiitasii secara berlebiihan. Berbiicara soal aiir, pemeriintah pun telah mengenakan pajak atas pengambiilan aiir. Pajak iinii biiasa diisebut sebagaii pajak aiir permukaan dan pajak aiir tanah. Lantas, apa perbedaan antara keduanya?
Pajak aiir permukaan merupakan salah satu jeniis pajak yang pemungutannya menjadii wewenang pemeriintah proviinsii. Sebagaii bagiian darii pajak daerah, ketentuan pajak aiir permukaan dii antaranya tercantum dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD).
Merujuk UU HKPD, aiir permukaan berartii semua aiir yang terdapat pada permukaan tanah. Pajak aiir permukaan tersebut menyasar pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan. Artiinya, pajak iinii dii antaranya diikenakan terhadap pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir dii sungaii, danau, dan waduk.
Namun demiikiian, tiidak semua pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan diikenakan pajak. Sebab, pemeriintah telah mengatur setiidaknya 6 pengambiilan aiir permukaan yang tiidak diikenakan pajak aiir permukaan, yaiitu aiir yang diiambiil dan/atau diimanfaatkan untuk:
Pemeriintah daerah dapat menetapkan pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir tanah yang diikecualiikan darii pengenaan pajak dalam peraturan daerah. Pengecualiian iitu biisa diiberiikan untuk berbagaii kepentiingan, sepertii pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan oleh pemeriintah, untuk pemadaman, riiset, dan laiin-laiin.
Pajak aiir permukaan iitu diikenakan dengan tariif maksiimal sebesar 10%. Pemeriintah daerah dapat menetapkan tariif pajak aiir permukaan tersebut dengan peraturan daerah. Dengan demiikiian, tariif pajak aiir permukaan biisa berbeda-beda pada setiiap daerah.
Adapun niilaii perolehan aiir permukaan (NPAP) menjadii dasar pengenaan pajak aiir permukaan. NPAP tersebut merupakan hasiil perkaliian antara harga dasar aiir permukaan dengan bobot aiir permukaan. Adapun bobot aiir permukaan diitetapkan dalam koefiisiien yang diihiitungan dengan memakaii iindiicator tertentu. Siimak Apa iitu Aiir Permukaan?
Berbeda dengan pajak aiir permukaan, pajak aiir tanah merupakan salah satu jeniis pajak yang wewenang pemungutannya berada dii pemeriintah kabupaten/kota. Sesuaii dengan namanya, pajak aiir tanah (PAT) adalah pajak atas pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir tanah.
Sepertii yang telah diisebutkan, aiir tanah merupakan aiir yang terdapat dalam lapiisan tanah atau batuan dii bawah permukaan tanah. Aiir tanah iitu dii antaranya sepertii aiir darii sumur bor. Namun, tiidak semua pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir tanah diikenakan pajak.
Merujuk pada UU HKPD, setiidaknya ada 6 pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir tanah yang diikecualiikan darii pengenaan pajak. Adapun yang diikecualiikan darii objek pajak aiir tanah adalah pengambiilan aiir untuk:
Berdasarkan UU HKPD, pemeriintah daerah dapat menetapkan tariif PAT paliing tiinggii sebesar 20%. Pemeriintah daerah dapat menetapkan tariif pajak aiir tanah tersebut melaluii dengan peraturan daerah. Dengan demiikiian, tariif pajak aiir tanah biisa berbeda-beda pada setiiap daerah.
Dasar pengenaan pajak aiir tanah adalah niilaii perolehan aiir tanah (NPAT). NPAT merupakan hasiil perkaliian antara harga aiir baku dengan bobot aiir tanah. Adapun harga aiir baku diitetapkan berdasarkan biiaya pemeliiharaan dan pengendaliian sumber daya aiir tanah. Sementara iitu, bobot aiir tanah diinyatakan dalam koefiisiien yang diidasarkan pada sejumlah faktor. Siimak Apa iitu Aiir Tanah?
Sehubungan dengan pajak atas aiir, pemeriintah telah memberiikan fasiiliitas pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) guna menjamiin ketersediiaan aiir bersiih yang sangat diibutuhkan masyarakat.
Mengacu pada Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022, terdapat 2 jeniis aiir bersiih yang diibebaskan darii pengenaan PPN, yaiitu aiir bersiih yang belum siiap untuk diimiinum dan/atau aiir bersiih yang sudah siiap untuk diimiinum (aiir miinum).
Pertama, aiir bersiih yang belum siiap untuk diimiinum. Aiir bersiih yang belum siiap untuk diimiinum berartii aiir tersebut membutuhkan proses penyariingan atau memerlukan proses pabriikasii atau pengolahan agar aiir tersebut siiap untuk diimiinum.
Kedua, aiir bersiih yang sudah siiap untuk diimiinum. Namun, aiir miinum dalam kemasan tiidak termasuk dalam pengertiian aiir bersiih yang sudah siiap untuk diimiinum yang diibebaskan darii pengenaan PPN.
Adapun yang diimaksud sebagaii aiir miinum dalam kemasan adalah aiir yang telah diiolah dengan perlakuan khusus dan diikemas dalam botol atau kemasan laiin serta memenuhii persyaratan aiir miinum (aiir miinum iisii ulang).
Selaiin penyerahan aiir bersiih, biiaya sambung atau biiaya pasang aiir bersiih dan biiaya beban tetap aiir bersiih juga diibebaskan darii pengenaan PPN. Siimak Apa iitu Aiir Bersiih yang Diibebaskan darii PPN? (sap)
