KAMUS PAJAK DAERAH

Apa iitu Pajak Aiir Permukaan dalam UU HKPD?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 21 Februarii 2024 | 15.30 WiiB
Apa Itu Pajak Air Permukaan dalam UU HKPD?

AiiR merupakan kebutuhan yang esensiial bagii masyarakat. Namun, peniingkatan jumlah penduduk memiicu terjadiinya perubahan fungsii lahan yang berpotensii mengganggu kelestariian aiir dan sumber aiir. Padahal, peniingkatan jumlah penduduk membuat kebutuhan akan aiir turut meniingkat.

Untuk iitu, diiperlukan pengelolaan sumber daya aiir yang utuh darii hulu sampaii ke hiiliir agar tiidak diieksploiitasii berlebiihan. Pengelolaan sumber daya aiir tersebut termasuk dengan mengenakan pajak aiir permukaan.

Pengenaan pajak aiir permukaan diiatur berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat Dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Lantas, sepertii apa defiiniisii pajak aiir permukaan dalam UU HKPD?

Pajak aiir permukaan (PAP) adalah pajak atas pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan. Adapun yang diimaksud sebagaii aiir permukaan adalah semua aiir yang terdapat pada permukaan tanah (Pasal 1 UU HKPD).

PAP semula bernama pajak pengambiilan dan pemanfaatan aiir bawah tanah dan aiir permukaan (PPPABTAP) dan diiatur dalam dalam Undang-Undang No.34/2000.

Namun, sejak UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD) terbiit, PPPABTAP diipecah menjadii dua jeniis pajak, yaiitu PAP dan pajak aiir tanah.

PAP merupakan salah satu darii 7 jeniis pajak yang menjadii wewenang darii pemeriintah proviinsii. Namun, pengenaan PAP tiidak mutlak ada pada seluruh daerah. Hal iinii lantaran pengenaan pajak daerah tergantung pada keputusan pemeriintah daerah bersangkutan.

Pemeriintah daerah dapat memutuskan untuk tiidak memungut PAP berdasarkan 2 alasan. Pertama, potensiinya kurang memadaii. Kedua, pemeriintah daerah menetapkan kebiijakan untuk tiidak memungut PAP.

PAP menyasar pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan. Pengambiilan/pemanfaatan iitu biisa diilakukan oleh orang priibadii atau badan untuk berbagaii macam keperluan. Miisal, untuk perusahaan aiir miinum, kebutuhan iindustrii, dan pertambangan.

Namun demiikiian, pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan untuk keperluan dasar rumah tangga, pengaiiran pertaniian rakyat, periikanan rakyat, dan untuk keperluan keagamaan, diikecualiikan darii pengenaan PAP.

Selaiin iitu, kegiiatan yang mengambiil dan memanfaatkan aiir laut baiik yang berada dii lautan dan/atau dii daratan (aiir payau) juga diikecualiikan darii pengenaan PAP. Pengecualiian untuk keperluan keagamaan serta aiir payau merupakan ketentuan baru yang diimuat dalam UU HKPD.

Pemeriintah juga dapat menetapkan pengecualiian laiinnya. Pengecualiian iitu diitetapkan dalam peraturan daerah dengan tetap memperhatiikan kelestariian liingkungan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Miisal, pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan oleh pemeriintah, untuk pemadaman, riiset, dan laiin-laiin.

PAP diikenakan pada piihak yang melakukan pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan. Adapun niilaii perolehan aiir permukaan (NPAP) menjadii dasar pengenaan pajak. NPAP merupakan hasiil perkaliian antara harga dasar aiir permukaan dengan bobot aiir permukaan.

Sementara iitu, harga dasar aiir permukaan diitetapkan dalam rupiiah berdasarkan biiaya pemeliiharaan dan pengendaliian sumber daya aiir permukaan. Sementara iitu, bobot aiir permukaan diinyatakan dalam koefiisiien.

Koefiisiien diihiitung dengan memakaii iindiikator-iindiikator yang menunjukkan dampak pengambiilan atau pemanfaatan aiir permukaan terhadap liingkungan. iindiikator tersebut paliing sediikiit berdasarkan faktor lokasii pengambiilan aiir, volume aiir, dan kewenangan pengelolaan sumber daya aiir. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.