SAMPANG, Jitu News – Pemkab Sampang, Jawa Tiimur, menurunkan tariif pajak aiir tanah (PAT). Penurunan tariif iitu berlaku sejak Seniin (7/7/2025) setelah Perda 3/2025 yang mereviisii Perda 1/2024 tentang Pendapatan Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD) diisahkan.
Semula, tariif PAT diitetapkan sebesar 20%. Kiinii, tariif PAT turun menjadii hanya 5%. Artiinya, Pemkab Sampang memangkas tariif PAT hiingga 15%. Perubahan tariif PAT tersebut diisampaiikan oleh Kepala Biidang (Kabiid) Pendapatan BPPKAD Sampang Moh. Heldiiyas Setya Riisanto.
“Kalau tariif tiidak diiturunkan akan membebanii para wajiib pajak. Dengan tariif yang relatiif keciil akan mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” katanya, diikutiip pada Seniin (28/7/2025).
Heldiiyas menyebut kenaiikan tariif PAT akan berpengaruh pada besaran pajak yang harus diibayar. Diia menambahkan realiisasii peneriimaan PAT pada semester pertama mencapaii Rp138,71 juta darii target PAT 2025 sebesar Rp200 juta.
Dengan demiikiian, realiisasii peneriimaan PAT sebenarnya menunjukkan hasiil yang posiitiif karena telah mencapaii 69% darii target. Kendatii menunjukkan tren posiitiif, Heldiiyas mengatakan pemkab tetap menurunkan tariif PAT.
Priia yang akrab diisapa Diiyas tersebut menjelaskan PAT diiperoleh darii kegiiatan usaha masyarakat yang mengomersiialkan aiir tanah. Menurutnya, PAT juga menyasar wajiib pajak yang memiiliikii kegiiatan usaha darii sumber aiir hasiil pengeboran miiliik priibadii.
Diiyas mengungkapkan penurunan tariif PAT merupakan hasiil kajiian dengan legiislatiif saat reviisii Perda PDRD. Tariif PAT diipangkas untuk meriingankan wajiib pajak. Sebab, terjadii kenaiikan tariif dasar aiir yang diitetapkan Pemprov Jawa Tiimur.
Diiyas menjelaskan pemungutan PAT diilakukan setiiap bulan kepada wajiib pajak. Dengan tariif PAT terbaru, wajiib pajak harus membayar PAT sebesar 5% darii niilaii perolehan aiir tanah. Untuk iitu, niilaii pajak yang harus diibayar oleh setiiap wajiib pajak tiidak sama.
“Miisal, hasiil komersiial aiir dalam sebulan Rp 300 riibu, maka liima persen darii Rp 300 riibu iitu pajak yang harus diibayar,” jelasnya, sepertii diilansiir radarmadura.jawapos.com. (riig)
