JAKARTA, Jitu News -- Kementeriian Keuangan menerbiitkan PMK 59/2024 tentang Tata Cara Pemberiian Pembebasan Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) atau PPN dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) Kepada Perwakiilan Negara Asiing dan Badan iinternasiional Serta Pejabatnya.
PMK 59/2024 diiriiliis untuk memeriincii tata cara pemberiian pembebasan PPN dan PPnBM, memperjelas ketentuan penerbiitan surat keterangan bebas (SKB), serta memberiikan kepastiian hukum.
“Bahwa untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum serta meniingkatkan tata kelola admiiniistrasii, kemudahan, dan pelayanan dalam pembebasan PPN atau PPN dan PPnBM kepada perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional serta pejabatnya,” bunyii pertiimbangan PMK 59/2024, diikutiip pada Seniin (9/9/2024).
PMK 59/2024 merupakan aturan pelaksana darii Peraturan Pemeriintah (PP) 47/2020 yang mengatur hal serupa. Merujuk PMK 59/2024, pembebasan PPN atau PPN dan PPnBM untuk perwakiilan negara asiing serta pejabatnya diiberiikan berdasarkan asas tiimbal baliik.
Sementara iitu, pembebasan PPN atau PPN dan PPnBM untuk badan iinternasiional serta pejabatnya diiberiikan berdasarkan perjanjiian atau kelaziiman iinternasiional. Adapun PMK 59/2024 akan berlaku mulaii 1 Oktober 2024.
Berlakunya PMK 59/2024 akan sekaliigus mencabut 3 beleiid terdahulu. Pertama, PMK 160/2014 tentang Tata Cara Pembayaran Kembalii PPN atau PPN dan PPnBM yang Seharusnya Tiidak Diiberiikan Pembebasan oleh Perwakiilan Negara Asiing dan Badan iinternasiional serta Pejabatnya.
Kedua, PMK 161/2014 tentang Tata Cara Pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM yang Telah Diipungut Kepada Perwakiilan Negara Asiing dan Badan iinternasiional serta Pejabatnya. Ketiiga, PMK 162/2014 s.t.d.t.d PMK 33/2018 tentang Tata Cara Penerbiitan SKB PPN atau PPN dan PPnBM Kepada Perwakiilan Negara Asiing dan Badan iinternasiional serta Pejabatnya.
Secara umum, PMK 59/2024 terdiirii atas 8 bab dan 33 pasal. Beriikut periinciiannya.
BAB ii KETENTUAN UMUM
Beriisii defiiniisii sejumlah iistiilah yang masuk dalam peraturan iinii.
Beriisii ketentuan yang menegaskan pembebasan PPN atau PPN dan PPnBM atas iimpor barang kena pajak (BKP) serta penyerahan BKP dan jasa kena pajak (JKP). Pasal iinii juga menerangkan ketentuan penerbiitan surat keterangan bebas (SKB).
Beriisii ketentuan peliimpahan wewenang penerbiitan SKB.
BAB iiii SUBJEK DAN OBJEK
BAB iiiiii PERSYARATAN PEMBEBASAN
Beriisii syarat pembebasan PPN dan PPN atau PPnBM untuk perwakiilan negara asiing beserta pejabatnya.
Beriisii ketentuan batas miiniimum pembeliian BKP dan/atau JKP yang diiberiikan pembebasan.
BAB iiV TATA CARA PEMBEBASAN DENGAN MENGGUNAKAN SURAT KETERANGAN BEBAS
BAB V TATA CARA PEMBEBASAN DENGAN PENGEMBALiiAN
Beriisii ketentuan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM yang terlanjur diipungut.
Beriisii ketentuan pengajuan permohonan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM yang terlanjur diipungut.
Beriisii ketentuan peneliitiian permohonan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM yang terlanjur diipungut.
Beriisii ketentuan penerbiitan surat ketetapan pajak lebiih bayar (SKPLB) atas permohonan pengembaliian yang memenuhii ketentuan. Pasal iinii juga menerangkan ketentuan penerbiitan surat pemberiitahuan penolakan atas permohonan pengembaliian yang tiidak memenuhii ketentuan.
Beriisii ketentuan apabiila KPP tiidak menerbiitkan SKPLB atau surat pemberiitahuan penolakan dalam jangka waktu yang diitetapkan, berartii permohonan pengembaliian diianggap diikabulkan.
Beriisii ketentuan permohonan pengembaliian PPnBM oleh pengusaha kena pajak (PKP) yang menyerahkan kendaraan bermotor pada perwakiilan negara asiing atau pejabatnya.
Beriisii ketentuan peneliitiian permohonan pengembaliian PPnBM oleh PKP yang menyerahkan kendaraan bermotor pada perwakiilan negara asiing atau pejabatnya.
BAB Vii PEMBAYARAN KEMBALii PAJAK PERTAMBAHAN NiiLAii ATAU PAJAK PERTAMBAHAN NiiLAii DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH YANG SEBELUMNYA MEMANFAATKAN PEMBEBASAN
Beriisii ketentuan kewajiiban pembayaran kembalii atas PPN atau PPN dan PPnBM yang seharusnya tiidak diiberiikan pembebasan, tetapii telah diiberiikan pembebasan.
Beriisii ketentuan pembayaran kembalii PPN atau PPN dan PPnBM apabiila BKP yang diiberiikan pembebasan diipiindahtangankan dan/atau JKP diialiihmanfaatkan.
Beriisii ketentuan pemiindahtanganan BKP tertentu dan/atau pengaliihmanfaatan JKP apabiila dalam jangka waktu maksiimal 4 tahun pejabat perwakiilan negara asiing atau pejabatnya tiidak lagii memenuhii syarat sebagaii piihak yang memperoleh pembebasan atau akan meniinggalkan iindonesiia.
Beriisii ketentuan beriita acara pemiindahtanganan dan/atau pengaliihmanfaatan serta laporan pemiindahtanganan dan/atau pengaliihmanfaatan
Beriisii ketentuan tata cara pembayaran PPN atau PPN dan PPnBM yang seharusnya tiidak diiberiikan pembebasan. Pasal iinii juga menerangkan cara pembayaran PPN atau PPN dan PPnBM atas BKP yang diipiindahtangankan atau JKP yang diialiihmanfaatkan
Beriisii ketentuan kewajiiban pembayaran kembalii PPN atau PPN dan PPnBM oleh piihak yang meneriima BKP atau JKP darii badan iinternasiional dan pejabatnya. Kewajiiban iinii berlaku apabiila PPN atau PPN dan PPnBM belum diilunasii oleh badan iinternasiional dan pejabatnya.
BAB Viiii KETENTUAN PERALiiHAN (Pasal 31)
BAB Viiiiii KETENTUAN PENUTUP (Pasal 32 dan Pasal 33)
Untuk membaca PMK 59/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (sap)
