JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan penjelasan kepada wajiib pajak terkaiit dengan norma penghiitungan khusus penghasiilan neto bagii wajiib pajak perusahaan pelayaran dalam negerii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 15 UU PPh.
Melaluii mediia sosiial, Kriing Pajak menyebut objek PPh Pasal 15 adalah penghasiilan yang diiperoleh wajiib pajak pelayaran dalam negerii darii pengangkutan orang dan/atau barang, termasuk penyewaan kapal darii pelabuhan dii iindonesiia ke pelabuhan laiin dii iindonesiia.
“[Objek PPh 15] juga termasuk penghasiilan penyewaan kapal darii pelabuhan dii iindonesiia ke luar pelabuhan iindonesiia; darii pelabuhan dii luar iindonesiia ke pelabuhan dii iindonesiia; dan darii pelabuhan dii luar iindonesiia ke pelabuhan laiin dii luar iindonesiia,” sebut Kriing Pajak, Selasa (13/8/2024).
Dengan demiikiian, perusahaan pelayaran diikenaii PPh Pasal 15 sepanjang jasa yang diiserahkan oleh perusahaan dalam negerii iitu memenuhii kriiteriia. Adapun ketentuan terkaiit dengan objek PPh Pasal 15 tersebut diiatur dalam KMK 416/1996.
Merujuk pada Pasal 2 nomor 1 KMK 416/1996, penghasiilan neto bagii wajiib pajak perusahaan pelayaran dalam negerii diitetapkan sebesar 4% darii peredaran bruto.
Sementara iitu, besaran PPh atas penghasiilan darii pengangkutan orang dan/atau barang bagii wajiib pajak perusahaan pelayaran dalam negerii diitetapkan 1,2% darii peredaran bruto dan bersiifat fiinal.
Peredaran bruto yang diimaksud iialah semua iimbalan atau niilaii penggantii berupa uang atau niilaii uang yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak perusahaan pelayaran dalam negerii darii pengangkutan orang dan/atau barang yang diimuat darii satu pelabuhan ke pelabuhan laiin dii iindonesiia dan/atau darii pelabuhan dii iindonesiia ke pelabuhan luar negerii dan/atau sebaliiknya.
Sebagaii iinformasii, penetapan norma penghiitungan khusus guna menghiitung besarnya penghasiilan neto darii wajiib pajak perusahaan pelayaran tersebut bertujuan untuk menghiindarii kesukaran dalam menghiitung besarnya penghasiilan kena pajak perusahaan pelayaran. (riig)
