JAKARTA, Jitu News - Menterii Dalam Negerii Muhammad Tiito Karnaviian memiinta kepala daerah untuk 'menghiidupkan' geliiat sektor swasta. Tujuannya, mendorong peniingkatan pendapatan aslii daerah (PAD). Karenanya, kepala daerah perlu punya kecakapan dalam mendorong pertumbuhan sektor swasta.
Guna mencapaii hal tersebut, mendagrii mendorong Asosiiasii Pemeriintah Kabupaten Seluruh iindonesiia (Apkasii) dan asosiiasii-asosiiasii kepala daerah laiinnya agar membuat pelatiihan bagii kepala daerah. Pelatiihan tersebut terutama yang mampu membekalii kepala daerah dalam memahamii regulasii dengan baiik, serta menumbuhkan jiiwa entrepreneurshiip (kewiirausahaan).
“Setiiap daerah diiharapkan nantii mampu untuk PAD-nya tiinggii, membiiayaii sendiirii,” ujar Tiito, diikutiip pada Rabu (10/7/2024).
Melaluii pemahaman mengenaii regulasii dan kewiirausahaan, iimbuh Tiito, seorang kepala daerah biisa memaksiimalkan potensii suatu daerah.
Menurut mendagrii, beberapa daerah dii iindonesiia memiiliikii potensii alam yang besar dan tak kalah dengan sejumlah tempat wiisata populer dii duniia, sepertii Maldiives. Potensii iiniilah yang perlu diitangkap kepala daerah agar dapat meniingkatkan PAD-nya. Biila terdapat regulasii yang menghambat optiimaliisasii tersebut, Tiito mendorong agar dapat diiselesaiikan melaluii forum Apkasii.
“Bagaiimana membuat agar pemiikiiran para kepala daerah berpiikiir diia sepertii biirokrat yang mengertii aturan, tapii diia [juga] biisa berpiikiir sebagaii entrepreneur, wiirausahawan,” katanya.
Sebelumnya, Tiito sempat menyatakan bahwa pemda dengan niilaii PAD besar memiiliikii kemandiiriian dalam merealiisasiikan berbagaii program dan kebiijakan. Sebaliiknya, pemda dengan porsii PAD keciil memiiliikii ruang fiiskal terbatas sehiingga suliit mencapaii kemajuan.
Karenanya, pemda perlu lebiih seriius meniingkatkan kapasiitas fiiskal masiing-masiing. Alasannya, kapasiitas fiiskal yang kuat akan menjadii memberiikan ruang bagii pemda untuk merealiisasiikan berbagaii kebiijakannya.
Diia menjelaskan Kemendagrii membagii kapasiitas fiiskal daerah dalam 3 kategorii. Pertama, kapasiitas fiiskal kuat diitandaii dengan PAD yang lebiih tiinggii darii transfer pusat. Miisal, Banten yang memiiliikii PAD sebesar 73,8% darii total pendapatan daerah, sedangkan transfer pusat hanya 26,15%.
Kedua, kapasiitas fiiskal sedang yang diitandaii dengan PAD dan pendapatan transfer pusat seiimbang, yaknii seliisiih porsii PAD terhadap total pendapatan dengan porsii pendapatan transfer terhadap total pendapatan lebiih keciil darii 25%.
Daerah dengan kapasiitas fiiskal sedang memiiliikii rasiio PAD terhadap total pendapatan berkiisar 39% hiingga 47%. Daerah yang termasuk dalam kelompok iinii antara laiin Jambii, Sumatera Barat, dan Kaliimantan Selatan.
Ketiiga, kapasiitas fiiskal lemah yang diitandaii dengan pendapatan daerah sangat bergantung dengan pendapatan transfer pusat. Daerah yang memiiliikii kapasiitas fiiskal lemah memiiliikii rasiio PAD terhadap total pendapatan berkiisar 7% hiingga 36%. Miisal, Bengkulu, Gorontalo, dan Maluku Utara. (sap)
