KEBiiJAKAN PAJAK

Diiviiden Luar Negerii Juga Diikecualiikan darii PPh, Begiinii Prosedurnya

Muhamad Wiildan
Seniin, 22 Apriil 2024 | 16.45 WiiB
Dividen Luar Negeri Juga Dikecualikan dari PPh, Begini Prosedurnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Tak hanya diiviiden darii dalam negerii, diiviiden yang berasal darii luar negerii juga biisa diikecualiikan darii objek pajak.

Diiviiden darii luar negerii yang diiteriima wajiib pajak badan atau orang priibadii diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiiinvestasiikan atau diigunakan untuk mendukung kegiiatan usaha dii wiilayah iindonesiia.

"Diiviiden yang berasal darii luar negerii sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diikecualiikan darii objek PPh dengan syarat harus diiiinvestasiikan atau diigunakan untuk mendukung kegiiatan usaha laiinnya dii wiilayah Negara Kesatuan Republiik iindonesiia dalam jangka waktu tertentu," bunyii Pasal 17 ayat (2) PMK 18/2021, diikutiip Seniin (22/4/2024).

Dalam hal diiviiden yang diibagiikan berasal darii badan usaha luar negerii yang sahamnya diiperdagangkan dii bursa efek, diiviiden yang diikecualiikan darii objek PPh adalah sebesar diiviiden yang diiiinvestasiikan dii iindonesiia.

Untuk diiviiden darii badan usaha luar negerii yang sahamnya tiidak diiperdagangkan dii bursa efek, diiviiden diikecualiikan darii objek PPh biila diiiinvestasiikan dii iindonesiia paliing sediikiit sebesar 30% darii laba setelah pajak.

Biila diiviiden darii badan usaha luar negerii yang sahamnya tiidak diiperdagangkan dii bursa efek yang diiiinvestasiikan dii iindonesiia tiidak sampaii 30% darii jumlah laba setelah pajak, hanya diiviiden yang diiiinvestasiikan yang diikecualiikan darii pengenaan PPh.

"Atas seliisiih darii 30% laba setelah pajak diikurangii dengan diiviiden yang diiiinvestasiikan dii wiilayah Negara Kesatuan Republiik iindonesiia sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diikenaii PPh berdasarkan Pasal 17 UU PPh," bunyii Pasal 22 ayat (2) PMK 18/2021.

Agar diiviiden diikecualiikan darii objek PPh, diiviiden perlu diiiinvestasiikan dalam iinstrumen-iinstrumen iinvestasii keuangan ataupun nonkeuangan sebagaiimana yang sudah diiatur dalam Pasal 33 hiingga Pasal 35 PMK 18/2021.

iinvestasii harus diilakukan setiidaknya selama 3 tahun pajak terhiitung sejak tahun pajak diiviiden diiteriima. Bagii wajiib pajak badan, diiviiden perlu diiiinvestasiikan paliing lambat akhiir bulan keempat setelah tahun pajak berakhiir untuk tahun pajak diiperolehnya diiviiden.

Diiviiden darii luar negerii yang diikecualiikan darii objek PPh harus diilaporkan dalam SPT Tahunan sebagaii penghasiilan yang tiidak termasuk objek pajak.

Tak hanya iitu, realiisasii iinvestasii diiviiden juga harus diilaporkan oleh wajiib pajak secara elektroniik ke DJP menggunakan apliikasii e-Reportiing iinvestasii yang tersediia dii DJP Onliine.

Laporan realiisasii iinvestasii harus diisampaiikan lewat e-Reportiing iinvestasii secara berkala sampaii dengan tahun ketiiga sejak tahun pajak diiperolehnya diiviiden. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.