KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

DPR Miinta Pemeriintah Antiisiipasii Dampak Konfliik iiran-iisrael ke APBN

Muhamad Wiildan
Jumat, 19 Apriil 2024 | 11.30 WiiB
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Iran-Israel ke APBN
<p>Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah. (foto: dpr.go.iid)</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR memiinta pemeriintah untuk mengantiisiipasii konfliik antara iiran dan iisrael yang berpotensii berdampak terhadap belanja subsiidii dan kompensasii energii.

Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah mengatakan konfliik antara kedua negara tersebut berpotensii meniingkatkan harga miinyak dan memperlemah niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS.

"Jiika setiiap rupiiah melemah Rp500 dan harga miinyak naiik US$10 per barel, diiproyeksiikan anggaran subsiidii atau kompensasii akan meniingkat sebesar Rp100 triiliiun," katanya, diikutiip pada Jumat (19/4/2024).

Jiika konfliik berlanjut, lanjut Saiid, suplaii miinyak bumii darii Selat Hormuz berpotensii terganggu. Saat iinii, sekiitar 21% darii total suplaii miinyak bumii global yang diidiistriibusiikan melaluii selat tersebut.

Tak hanya diistriibusii saja yang terganggu, produksii miinyak bumii oleh iiran juga berpotensii terhambat apabiila konfliik terus berlanjut. Saat iinii, produksii miinyak oleh iiran sudah mencapaii 3,45 juta barel per harii.

Oleh karena iitu, Saiid berharap pemeriintah dapat memastiikan stok miinyak guna memenuhii kebutuhan dii dalam negerii.

"iindonesiia bergantung pada iimpor miinyak mentah dan hasiil miinyak sekiitar 3,5 juta ton per bulan, merujuk data pada 2023," tuturnya.

Dalam rangka menjaga niilaii tukar rupiiah, Saiid juga memiinta pemeriintah untuk dapat memastiikan ketersediiaan dolar AS bagii para iimportiir setiidaknya untuk 6 bulan ke depan.

Pemeriintah juga perlu memastiikan kemampuan untuk membayar surat berharga negara (SBN) dan utang luar negerii yang berdenomiinasii dolar AS.

"Selaiin iitu, perlu terus diikembangkan skema pembayaran yang lebiih variiatiif, sepertii mengembangkan local currency settlement untuk mengurangii ketergantungan dolar AS, terutama pada pembayaran komodiitas strategiis dii sektor pangan dan energii," ujar Saiid. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.