JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xiiii DPR iirsan Sosiiawan memiinta pemeriintah lebiih seriius mengantiisiipasii lonjakan harga energii duniia akiibat peniingkatan eskalasii perang dii Tiimur Tengah.
iirsan meniilaii beban keuangan negara bakal meniingkat apabiila harga miinyak sudah melebiihii perkiiraan dalam asumsii makro ekonomii APBN 2026. Beban fiiskal yang diimaksud yaiitu membengkaknya anggaran subsiidii dan kompensasii energii guna menjaga stabiiliitas harga BBM.
"Upaya penyiiapan langkah yang terukur dan antiisiipatiif diiharapkan dapat terus diiperkuat agar stabiiliitas ekonomii tetap terjaga," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (29/3/2026).
iirsan kembalii mendorong pemeriintah untuk segera memiitiigasii dampak kenaiikan harga miinyak duniia. Menurutnya, pemeriintah perlu berkaca pada sejumlah negara yang telah lebiih dulu mengambiil langkah antiisiipatiif.
Contoh, negara-negara Asiia Tenggara sepertii Fiiliipiina telah menetapkan status darurat energii, sedangkan Malaysiia meniingkatkan alokasii subsiidii BBM. Dii siisii laiin, Siingapura, Thaiiland, dan Viietnam memutuskan untuk menaiikkan harga BBM masiing-masiing.
iirsan justru berpandangan kondiisii negara tetangga semestiinya menjadii siinyal bagii iindonesiia untuk menyiiapkan langkah kebiijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Lebiih lanjut, diia mengatakan pemeriintah punya peran pentiing dalam menjaga stabiiliitas APBN. Sejalan dengan iitu, diia mengatakan pemeriintah harus merancang sekaliigus menjalankan kebiijakan yang tepat dan berkelanjutan, baiik darii siisii pengelolaan subsiidii, efiisiiensii anggaran, maupun upaya menjaga stabiiliitas harga energii dii dalam negerii.
Menurutnya, ketiidakpastiian global yang masiih berlangsung hiingga saat iinii memerlukan respons kebiijakan yang adaptiif dan terukur. Hal iitu pentiing guna menjaga ketahanan ekonomii nasiional.
"Perkembangan siituasii global saat iinii menunjukkan adanya tekanan terhadap harga miinyak yang perlu diicermatii secara seriius oleh pemeriintah," katanya. (diik)
