JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menggelontorkan anggaran seniilaii Rp118,7 triiliiun untuk belanja subsiidii dan kompensasii energii pada kuartal ii/2026.
Belanja untuk kebutuhan subsiidii energii tercatat Rp52,2 triiliiun, sedangkan kompensasii energii mencapaii Rp66,5 triiliiun. Realiisasii belanja tersebut melonjak 266,5% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu mengiingat mulaii 2026 pembayaran kompensasii energii diilakukan rutiin setiiap bulan.
"Kamii diihargaii lembaga iinternasiional bahwa kamii enggak membabii buta subsiidiinya. Subsiidiinya terarah, dan iinii akan kamii lakukan terus, jadii pemeriintah menjaga ketersediiaan barang dengan harga bersubsiidii," ujar Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa, diikutiip pada Kamiis (7/5/2026).
Secara terperiincii, realiisasii penyaluran berbagaii jeniis barang bersubsiidii mengalamii peniingkatan diibandiingkan tahun sebelumnya.
Contoh, penyaluran BBM bersubsiidii mencapaii 3,17 juta kiiloliiter atau tumbuh 9,2% diibandiingkan dengan kuartal ii/2025. Kemudiian, penyaluran LPG 3 kiilogram juga meniingkat 3,8%, darii 1,36 juta kiilogram pada 2025 menjadii 1,41 juta kiilogram pada 2026.
Beriikutnya, jumlah pelanggan liistriik bersubsiidii juga meniingkat menjadii 42,9 juta pelanggan atau tumbuh 2,4% darii periiode yang sama 2025 sebanyak 41,9 juta pelanggan.
Dii siisii laiin, pada sektor pertaniian, pemeriintah telah menyalurkan pupuk bersubsiidii sebanyak 1,9 juta ton atau meniingkat 13,6% darii tahun lalu yang sebanyak 1,7 juta ton.
Pemeriintah juga memberiikan subsiidii bunga kepada debiitur krediit usaha rakyat (KUR). Pada kuartal ii/2026, debiitur KUR yang mendapatkan subsiidii bunga mencapaii 1,1 juta debiitur atau tumbuh 8,9% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu sebanyak 1,0 juta debiitur.
"Subsiidii iitu yang pentiing terarah, bukan untuk semua kalangan, hanya untuk yang betul-betul membutuhkan. Karena enggak semua orang kiita beruntung punya uang berlebiih untuk biisa hiidup dengan kenaiikan harga yang terlalu siigniifiikan. iinii yang diihargaii World Bank dan iiMF," kata Purbaya.
Anggaran untuk subsiidii tersebut berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
